Serangan Bersenjata di Bandara Niamey Tewaskan 11 Tentara dan 2 Warga Sipil

- Jumat, 19 Juni 2026 | 00:00 WIB
Serangan Bersenjata di Bandara Niamey Tewaskan 11 Tentara dan 2 Warga Sipil

Tembakan dan ledakan keras mengguncang kawasan sekitar Bandara Internasional Diori Hamani, Niamey, pada Kamis dini hari waktu setempat, menandai serangan bersenjata skala besar terhadap bandara utama Niger itu. Rentetan suara tembakan terdengar selama berjam-jam, membangunkan warga yang baru saja menunaikan salat subuh di negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam itu.

Kementerian Pertahanan Niger mengonfirmasi bahwa serangan yang terjadi pada Kamis (18/6/2026) itu menewaskan sedikitnya 11 tentara dan dua warga sipil. Dalam pernyataan yang dibacakan di televisi nasional, pihak kementerian juga menyebutkan bahwa 22 orang penyerang tewas dalam baku tembak. Peristiwa ini merupakan serangan kedua yang menargetkan instalasi vital di negara tersebut dalam kurun waktu kurang dari lima bulan terakhir.

Seorang warga bernama Lawalli Tsalha, yang tinggal di dekat bandara, menuturkan pengalamannya saat ledakan pertama terdengar. “Kami selesai salat sekitar pukul 05.50 (04.50 GMT) dan tak lama kemudian kami mendengar ledakan keras seperti sesuatu meledak, mungkin ban. Baru beberapa saat kemudian kami menyadari apa yang sedang terjadi,” ujarnya.

Menurut sumber internal bandara, para penyerang tiba di pos pemeriksaan dengan menggunakan taksi. Mereka kemudian dihadang oleh pasukan keamanan yang memberikan perlawanan sengit. “Para penyerang tersebar di lingkungan sekitar, tempat pasukan keamanan melakukan penyisiran besar-besaran,” kata sumber tersebut. Ia menambahkan bahwa kawasan itu kini masih berada di bawah pengawasan ketat militer.

Pos pemeriksaan yang menjadi titik awal serangan itu terletak hanya beberapa ratus meter dari pintu masuk utama bandara, lokasi yang biasanya dijaga ketat oleh polisi bersenjata untuk memeriksa kendaraan dan dokumen identitas. Pasca-serangan, militer dikerahkan ke sejumlah permukiman di sekitar bandara untuk menyisir area. Seorang pengemudi ojek setempat melaporkan bahwa warga turut membantu aparat dengan memburu para pelaku menggunakan tongkat dan parang.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan memastikan bahwa operasi skala besar masih terus berlangsung. Dalam keterangan resminya, kementerian menyatakan bahwa bandara internasional telah sepenuhnya aman dan tetap terbuka untuk lalu lintas udara. Meskipun demikian, suasana tegang masih menyelimuti ibu kota Niger pasca-serangan yang memicu kekhawatiran akan eskalasi keamanan di kawasan Sahel.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar