Mensos Gus Ipul Pastikan Delapan Daerah Siap Bangun Sekolah Rakyat Permanen Tahap Baru

- Kamis, 18 Juni 2026 | 19:45 WIB
Mensos Gus Ipul Pastikan Delapan Daerah Siap Bangun Sekolah Rakyat Permanen Tahap Baru

Pembangunan delapan unit gedung permanen Sekolah Rakyat tahap baru akan segera direalisasikan dalam waktu dekat. Kepastian ini disampaikan langsung oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, saat menerima audiensi perwakilan delapan pemerintah daerah di kantor Kementerian Sosial, Kamis (18/6). Proses konstruksi dapat dimulai setelah seluruh persyaratan penyediaan lahan dinyatakan rampung oleh masing-masing daerah.

Delapan kabupaten yang telah memastikan kesiapan lahannya antara lain Kabupaten Tanggamus, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Toba, Kabupaten Kudus, Kabupaten Malaka, Kabupaten Nias Selatan, Kabupaten Kolaka Utara, dan Kabupaten Mimika. Dalam pertemuan tersebut, para bupati dan wakil bupati melaporkan bahwa lahan untuk pembangunan gedung permanen telah disiapkan, bahkan sebagian di antaranya sudah melalui tahapan pengukuran dan verifikasi kesiapan teknis.

“Tanah disediakan oleh kabupaten/kota atau provinsi. Pembangunan dari APBN. Kepala sekolah diusulkan oleh kepala daerah. Ini kerja bersama, dari awal sampai pengawasan,” ujar Gus Ipul dalam keterangannya, Kamis (18/6/2026).

Menteri Sosial menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan program afirmasi yang dirancang khusus bagi masyarakat miskin ekstrem. Berbeda dengan sekolah pada umumnya, penerimaan siswa tidak dilakukan melalui mekanisme pendaftaran terbuka, melainkan melalui penjangkauan aktif oleh pemerintah daerah. “Di Sekolah Rakyat tidak ada pendaftaran, yang ada adalah penjangkauan. Dijangkau dan ditetapkan oleh bupati atau wali kota, baru kita terima. Jadi sejak awal program ini sifatnya kolaboratif,” katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa saat ini sebanyak 93 titik Sekolah Rakyat permanen hampir rampung pembangunan fisiknya. Dengan demikian, kapasitas tampung bagi siswa dari keluarga prasejahtera akan segera bertambah secara signifikan. Gus Ipul menekankan pentingnya integritas dalam pelaksanaan program ini. “Program ini memang untuk mereka yang paling miskin. Presiden titip, jangan ada KKN, suap menyuap, jangan sampai ada titipan. Ini harus benar-benar untuk mereka,” ucapnya.

Sementara itu, sejumlah kepala daerah melaporkan kondisi spesifik di wilayah masing-masing. Bupati Tanggamus Saleh Asnawi menyampaikan bahwa lahannya telah siap, bahkan juga untuk program Sekolah Garuda. “Kami telah menyiapkan lahan permanen untuk Sekolah Rakyat, bahkan juga untuk Sekolah Garuda. Secara prinsip, lahan untuk Sekolah Rakyat sudah siap,” ujarnya.

Di sisi lain, Bupati Toba Effendi S. P. Napitupulu mengungkapkan bahwa lahannya telah dipetakan, namun proses lanjutan masih harus menyesuaikan dengan kondisi pascabencana alam. “Kami sudah menyiapkan lahan untuk Sekolah Rakyat permanen dan telah mengukur kesiapan lahan tersebut. Namun karena adanya bencana alam di wilayah kami, Kementerian PU masih menunda proses lanjutan,” katanya.

Bupati Mimika Johannes Rettob menegaskan bahwa lahan seluas kurang lebih delapan hektare yang disiapkan telah memenuhi kriteria teknis. “Kami sudah menyiapkan kurang lebih 8 hektare lahan yang flat dan tidak ada persoalan. Saat ini kami menunggu pihak PU untuk melakukan peninjauan,” katanya.

Adapun Wakil Bupati Kudus Bellinda Putri Sabrina Birton menyampaikan bahwa penyediaan lahan dilakukan melalui kerja sama lintas sektor. “Untuk lahan pembangunan permanen Sekolah Rakyat, kami sudah bekerja sama dengan Perhutani dan Brigif dengan luas kurang lebih 10 hektare,” ujarnya.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar