Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengakui adanya rembesan air laut di tanggul Muara Baru, Jakarta Utara. Kondisi itu menyebabkan air laut merembes hingga menggenangi ruas jalan di sekitar lokasi.
"Kebetulan saya mengikuti apa yang ada di Muara Baru. Memang ada rembesan-rembesannya, mohon maaf bukan yang besar tapi kecil tapi memang merembes," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Pramono menjelaskan, rembesan tersebut terjadi akibat fenomena rob yang menyebabkan kenaikan permukaan air laut. Namun, ia menyebut situasi di lapangan saat ini sudah tidak terjadi rob.
"Memang kemarin-kemarin ini ada yang disebut dengan air rob, sehingga permukaannya mengalami kenaikan. Tapi kalau dilihat hari ini sebenarnya sudah turun kembali," ucap dia.
Meski demikian, Pemprov DKI Jakarta tetap melakukan pemantauan terhadap kondisi tanggul tersebut. Pramono menginstruksikan Dinas Sumber Daya Air (SDA) untuk memonitor kerusakan tanggul.
"Jadi, tentunya tetap tanggul yang ada di Muara Baru itu saya akan meminta kepada Sumber Daya Air untuk mengecek dan juga memonitor untuk itu supaya enggak terjadi seperti yang lalu," kata Pramono.
Pramono menyampaikan pihaknya telah menerima laporan mengenai kondisi tanggul itu. Menurutnya, kerusakan itu belum terlalu mengkhawatirkan bagi masyarakat.
"Tetapi Alhamdulillah karena laporan yang kami dapatkan, itu bukan sesuatu yang kemudian harus menimbulkan kekhawatiran yang berlebihan. Tapi memang betul ada rembesannya," tandasnya.
Artikel Terkait
Gubernur DKI Benarkan Rembesan Air Laut di Tanggul Muara Baru
Pramono Pastikan LRT Kelapa Gading-Manggarai Diresmikan Prabowo pada Agustus 2026
Tanggul Muara Baru Rembes, Pemprov DKI Pastikan Dinas SDA Turun Tangan
Obligasi Daerah Jakarta Membengkak Jadi Rp 5,2 Triliun untuk LRT dan Rumah Sakit