Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 6.154,92 poin pada akhir sesi pertama perdagangan, Kamis (18/6/2026), atau terkoreksi 65,82 poin setara 1,06 persen dibandingkan posisi penutupan sebelumnya. Pelemahan ini tidak berdiri sendiri, melainkan sejalan dengan tekanan yang melanda mayoritas bursa saham di kawasan Asia. Nikkei 225 Jepang, misalnya, terpangkas 1,78 persen, sementara Hang Seng Hong Kong juga merosot 1,7 persen akibat ekspektasi pasar terhadap pengetatan kebijakan moneter oleh bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve.
Hingga jeda siang, volume transaksi di pasar reguler tercatat mencapai 13,76 miliar saham dengan nilai Rp7,01 triliun dan frekuensi perdagangan sebanyak 1,08 juta kali. Tekanan jual tampak dominan, terutama pada saham-saham perbankan berkapitalisasi besar yang kompak mengalami koreksi setelah sebelumnya menikmati reli. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) misalnya, melemah 1,59 persen ke posisi Rp6.175 per saham.
Kondisi serupa juga dialami oleh dua bank pelat merah, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), yang masing-masing turun 2,23 persen dan 3,25 persen. Sementara itu, subindeks unggulan seperti IDX30 dan LQ45 tercatat lebih dalam koreksinya, masing-masing melemah 1,82 persen dan 1,66 persen. Indeks syariah pun tak luput dari tekanan, dengan JII dan ISSI turun masing-masing 0,84 persen dan 0,90 persen.
Di sisi lain, pergerakan sektoral justru menunjukkan variasi. Sektor keuangan menjadi yang paling tertekan dengan penurunan hingga 1,46 persen, sejalan dengan koreksi saham-saham perbankan besar. Namun, sektor industri dasar berhasil mencatatkan penguatan sebesar 0,65 persen, ditopang oleh kenaikan harga saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), dan PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS).
Dari jajaran saham pemberat indeks, PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) menjadi yang terpuruk dengan anjlok 8,49 persen ke Rp97. Disusul PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) yang melemah 7,77 persen ke Rp2.730, serta PT Elnusa Tbk (ELSA) yang terkoreksi 6,50 persen ke Rp575. Sebaliknya, sejumlah saham justru mencatatkan penguatan signifikan. PT Citra Borneo Utama Tbk (CBUT) melesat 24,78 persen ke Rp705, PT Akasha Wira International Tbk (ADES) naik 12,22 persen ke Rp25.745, dan PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) meningkat 7,05 persen ke Rp2.580.
Artikel Terkait
Pemerintah Salurkan Bantuan Pascabencana Hampir Rp1 Triliun ke 10 Kabupaten di Sumatra
Polisi Tangkap Dua Kurir Ganja di Kontrakan Koja, Sita Lima Paket Siap Edar
Wakil Ketua Komisi X DPR Ingatkan Anggaran Makan Bergizi Gratis Jangan Ganggu Kebutuhan Dasar Pendidikan
Perusahaan Rintisan Jerman Photreon Ciptakan Panel Surya yang Hasilkan Hidrogen Hijau Langsung dari Udara dan Sinar Matahari