Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan pada Kamis (18/6/2026) dengan posisi melemah 0,47 persen ke level 6.191. Pelemahan ini berlanjut dalam hitungan menit, di mana IHSG tercatat turun 0,99 persen ke angka 6.159. Dari total seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 206 saham berada di zona hijau, sementara 260 saham lainnya mengalami pelemahan, dan 493 saham stagnan. Volume transaksi pada awal sesi mencapai 779 juta saham dengan nilai Rp556 miliar.
Seluruh indeks acuan utama juga mencatatkan koreksi signifikan. Indeks LQ45 turun 1,52 persen ke posisi 615, indeks JII melemah 1,38 persen ke 371, indeks MNC36 terkoreksi 1,87 persen ke 272, dan IDX30 turun 1,76 persen ke 348. Sementara itu, hampir seluruh indeks sektoral kompak bergerak di zona merah, mencakup sektor energi, properti, industri, infrastruktur, konsumer non siklikal, keuangan, transportasi, bahan baku, konsumer siklikal, dan teknologi. Satu-satunya sektor yang mampu bertahan di zona hijau adalah sektor kesehatan.
Di tengah tekanan jual yang meluas, sejumlah saham justru mencatatkan kenaikan harga paling tajam. Tiga saham yang masuk dalam jajaran top gainers adalah PT Jembo Cable Company Tbk (JECC) yang melesat 24,59 persen, PT Citra Borneo Utama Tbk (CBUT) yang naik 21,24 persen, dan PT Presisi Tbk (PPRE) yang menguat 18,95 persen. Di sisi lain, tekanan jual paling dalam terjadi pada saham PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) yang ambles 14,86 persen, diikuti oleh Ciptadana Asset Management (XCLQ) yang turun 12,12 persen, serta PT Gihon Telekomunikasi Indonesia Tbk (GHON) yang melemah 11,84 persen.
Artikel Terkait
Pemprov DKI Integrasikan CCTV dan Data Real-Time untuk Perkuat Sistem Pengendalian Banjir
OpenAI Catat Kerugian Rp690 Triliun di 2025 Meski Pendapatan Melonjak, IPO Dibayangi Tekanan Biaya Operasional
Kakorlantas: ODOL Bukan Pelanggaran Biasa, Melainkan Ancaman Langsung bagi Keselamatan Jiwa
Eksekusi Pengosongan Hotel Sultan Ricuh, Massa Lempar Botol dan Batu ke Aparat