Fadli Zon Bantah Lawatan Prabowo Sekadar Wisata Kenegaraan, Sebut Hasil Investasi Rp64 Triliun dari Qatar

- Kamis, 18 Juni 2026 | 00:46 WIB
Fadli Zon Bantah Lawatan Prabowo Sekadar Wisata Kenegaraan, Sebut Hasil Investasi Rp64 Triliun dari Qatar

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, membantah anggapan bahwa kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke luar negeri sekadar agenda seremonial atau wisata kenegaraan. Ia menegaskan bahwa setiap lawatan kepala negara merupakan langkah diplomasi yang efektif dan efisien, terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurut Fadli, kunjungan kerja yang dilakukan Presiden Prabowo selalu diarahkan untuk menghasilkan keputusan konkret secara cepat. Salah satu fokus utamanya adalah membuka keran investasi seluas-luasnya bagi Indonesia.

Fadli mencontohkan pengalamannya saat mendampingi Presiden Prabowo dalam pertemuan tingkat tinggi dengan Emir Qatar beberapa waktu lalu. Ia mengungkapkan bahwa pertemuan yang berlangsung sangat singkat itu justru membuahkan komitmen finansial yang besar.

“Hanya dalam waktu kurang dari lima menit, Qatar langsung menyatakan minat berinvestasi di Indonesia senilai USD4 miliar. Investasi ini akan direalisasikan melalui kerja sama dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara),” ungkap Fadli dalam tayangan Headline News Metro TV, Rabu 17 Juni 2026.

Lebih lanjut, Fadli menjelaskan perbedaan mendasar antara diplomasi yang dilakukan langsung oleh presiden dengan tingkat menteri. Pertemuan antar-kepala negara, menurutnya, memungkinkan lahirnya keputusan strategis secara real-time.

Diplomasi tingkat kepala negara mampu memangkas proses birokrasi dan tahapan pelaporan berjenjang yang kerap memakan waktu lama. Keputusan investasi bernilai triliunan rupiah, kata Fadli, bisa langsung dieksekusi di meja perundingan tanpa perlu menunggu prosedur panjang.

Dengan argumentasi itu, Fadli menepis keras segala anggapan negatif terkait agenda luar negeri pemerintah. Ia memastikan bahwa seluruh langkah diplomasi yang diambil Presiden Prabowo didedikasikan sepenuhnya untuk kepentingan negara, memperkuat kerja sama internasional, serta mendongkrak perekonomian Indonesia.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar