Langkah Timnas Voli Putra Indonesia di ajang AVC Men’s Volleyball Cup 2026 langsung menemui ujian berat sejak laga perdana, dengan Korea Selatan yang telah menanti sebagai lawan pertama yang tidak mudah. Turnamen yang digelar di Ahmedabad, India, mulai 20 Juni ini menjadi panggung penting bagi skuad Merah Putih untuk membuktikan kekuatan mereka di tengah persaingan yang diprediksi berlangsung ketat sejak awal fase grup.
Indonesia tergabung dalam Pool B bersama Qatar, Korea Selatan, Thailand, dan Oman. Namun, komposisi grup ini sempat berubah akibat sejumlah tim yang memutuskan mundur sebelum turnamen dimulai. Awalnya, Pakistan terdaftar sebagai peserta, tetapi kemudian mengundurkan diri. Turkmenistan yang ditunjuk sebagai pengganti juga akhirnya batal tampil. Alhasil, Indonesia hanya menghadapi empat lawan di fase grup, berbeda dengan Pool A yang diisi enam negara dengan masing-masing tim bermain lima kali.
Meskipun jumlah pertandingan lebih sedikit, tantangan yang dihadapi Indonesia tidaklah ringan. Laga perdana pada Minggu (21/6) pukul 19.30 WIB akan mempertemukan mereka dengan Korea Selatan, tim yang dikenal memiliki tradisi kuat di voli Asia. Setelah itu, Qatar menjadi lawan kedua pada Senin (22/6), disusul Thailand pada Selasa (23/6) sebagai ujian ketiga. Pertandingan penutup fase grup dijadwalkan pada Jumat (26/6) pukul 19.30 WIB melawan Oman. Hasil dari empat laga ini akan menentukan langkah Indonesia ke fase berikutnya, sehingga setiap pertandingan menjadi krusial bagi peluang mereka.
Skuad Indonesia diperkuat 14 pemain pilihan terbaik, termasuk Muhammad Reyhan, Raihan Rizky Attorif, Ramma Faza Fauzan, Dawuda Alaihimasallam, Raden Gumilar, Putra Bagus Hidayatullah, Hendra Kurniawan, Tedi Oka, Boy Arnez Arabi, Farhan Halim, Doni Hariono, Agil Angga Anggara, Alfin Daniel Pratama, dan Jasen Natanael Kilanta. Sebelum turnamen, dua pemain senior, Nizar Zulfikar dan Rivan Nurmulki, memilih mundur dari pelatnas dengan alasan regenerasi tim nasional. Keputusan ini menjadi bagian dari proses pembaruan skuad yang tengah berlangsung.
Di kursi pelatih, tim ditangani oleh Reidel Toiran sebagai caretaker, menggantikan Sergio Veloso yang masih mengurus visa kerja. Situasi ini membuat tim menjalani persiapan dengan sejumlah penyesuaian, namun target tetap dipasang tinggi. Pada edisi sebelumnya, Indonesia finis di peringkat keenam, dan kini peluang untuk memperbaiki catatan tersebut kembali terbuka. AVC 2026 menjadi ajang pembuktian kekuatan baru Timnas Voli Indonesia, dengan semua mata tertuju pada laga perdana kontra Korea Selatan.
Artikel Terkait
Dua Pemuda Babak Belur Dihakimi Warga Usai Gagal Curi Motor di Parung Panjang
MSCI Pertahankan Status Emerging Market Indonesia, Dinilai Jadi Katalis Positif Aliran Dana Asing
Kebakaran Rumah di Kemayoran, 18 Mobil Damkar Dikerahkan untuk Pendinginan
Dua Kapal Perang Jerman Mulai Melintasi Terusan Suez Menuju Persiapan Misi Sapu Ranjau di Selat Hormuz