Nama Eddy Tansil, buron legendaris yang pelariannya menggemparkan Indonesia selama puluhan tahun, kembali menjadi sorotan publik setelah Badan Pemulihan Aset Kejaksaan Agung (BPA Kejagung) merampas dan menyerahkan asetnya kepada negara. Pria yang divonis 20 tahun penjara atas kasus penggelapan dana senilai USD 565 juta atau setara Rp 1,3 triliun pada saat peristiwa itu terjadi, berhasil melarikan diri dari Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cipinang pada 1996 dan sejak itu menghilang tanpa jejak.
Vonis berat itu dijatuhkan setelah Eddy terbukti secara sah menggelapkan dana melalui kredit Bank Bapindo, sebuah bank milik negara. Selain hukuman penjara, ia juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp 30 juta, uang pengganti Rp 500 miliar, serta mengganti kerugian negara yang mencapai Rp 1,3 triliun. Meski telah dijebloskan ke dalam penjara, pria yang memiliki nama asli Tan Tjoe Hong itu berhasil meloloskan diri pada 4 Mei 1996.
Kabar hilangnya Eddy Tansil baru mencuat ke publik pada 8 Mei 1996. Menteri Kehakiman saat itu, Oetojo Oesman, secara langsung mengumumkan pelarian narapidana kelas kakap tersebut. Oetojo mengungkapkan bahwa Kepala LP Cipinang kala itu, Mintardjo, baru melaporkan kejadian tersebut kepada Kantor Wilayah Kementerian Kehakiman DKI Jakarta sehari sebelumnya, yakni pada 7 Mei 1996. Akibat kelalaian itu, Mintardjo kemudian dicopot dari jabatannya, dan Oetojo menyatakan dirinya memikul tanggung jawab penuh atas insiden tersebut.
Setelah dilakukan penyelidikan, terungkap bahwa pelarian Eddy Tansil telah direncanakan dengan sangat matang. Ia memanfaatkan izin berobat jantung di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta, pada 4 Mei 1996 sebagai celah untuk melarikan diri. Menurut prosedur yang berlaku, Eddy seharusnya dikawal ketat oleh petugas kepolisian dan sipir selama menjalani perawatan di rumah sakit. Namun, pada kenyataannya, ia justru keluar dari LP Cipinang tanpa pengawalan sama sekali. Sejumlah sumber menyebutkan bahwa saat kabur, Eddy diduga memberikan "uang rokok" kepada komandan jaga agar dirinya tidak perlu dikawal.
Artikel Terkait
Mahfud MD Nilai Pembuntutan Aktivis BEM UGM Wajar secara Intelijen, tapi Minta Tiyo Tak Gentar
Messi Samai Rekor Gol Klose usai Hattrick, Banjir Pujian dari Haaland hingga Mike Tyson
Pemuda di Tangerang Tusuk Teman hingga Tewas Tersinggung Ucapan Kasar Lewat Telepon
Okie Agustina Ambil Alih Keuangan Kiesha Alvaro Usai Putranya Boros Beli Stik Biliar Rp100 Juta