Kisah di Balik Julukan Vozinha: Dari Ejekan Masa Kecil Menjadi Nama Pahlawan Cape Verde di Piala Dunia 2026

- Rabu, 17 Juni 2026 | 00:35 WIB
Kisah di Balik Julukan Vozinha: Dari Ejekan Masa Kecil Menjadi Nama Pahlawan Cape Verde di Piala Dunia 2026

Kiper Timnas Cape Verde, Vozinha, yang menjadi pahlawan kala menahan imbang Spanyol di Piala Dunia 2026, mengungkapkan bahwa julukannya yang kini dikenal dunia justru lahir dari ejekan masa kecil. Nama panggilan itu, menurutnya, berasal dari neneknya dan erat dengan kenangan pahit manis saat ia dibesarkan oleh kakek-neneknya.

Penampilan gemilang Vozinha nama asli Josimar Dias terjadi pada laga perdana Grup H Piala Dunia 2026, Selasa (16/6/2026) dini hari. Kiper berusia 40 tahun itu berhasil menggagalkan tujuh peluang tim Matador, sehingga pertandingan berakhir tanpa gol. Hasil imbang ini menjadi catatan bersejarah bagi Cape Verde yang baru pertama kali tampil di putaran final Piala Dunia.

Atas aksi heroiknya, Vozinha dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan. Ia pun mendedikasikan pencapaian tersebut untuk keluarganya.

"Saya sangat berterima kasih kepada orang tua dan kakek-nenek, yang sekarang menatapku dari atas sana," ujarnya dalam wawancara dengan FIFA, Rabu (17/6/2026).

Ia melanjutkan, "Saya kehilangan nenek saya dua tahun lalu, dan kakek juga. Mereka membesarkan saya. Jika mereka masih hidup hari ini, mereka akan sangat bangga dengan cucunya. Itulah mengapa ini sangat berarti bagi saya. Ini adalah sesuatu yang diimpikan oleh penduduk Tanjung Verde sepanjang hidup mereka."

Di balik julukan Vozinha, tersimpan cerita masa kecil yang unik. Awalnya, nama panggilan itu terinspirasi dari bintang sepak bola Argentina, Jorge Valdano. Namun, neneknya, Maria Senhorinha dos Santos, kesulitan mengucapkan "Valdano" sehingga ia memanggil cucunya "Dani". Dari situlah, Maria justru memberikan nama yang kini tertera di punggung seragam Vozinha.

Julukan itu semakin melekat saat ia kecil dibesarkan oleh kakek-neneknya. Ibunya bekerja lembur sementara ayahnya menjalani wajib militer. Saat bermain sepak bola di jalanan dengan anak-anak yang lebih tua, Vozinha kerap mengalami benturan dan memar karena tidak pernah mau kalah. Teman-temannya lalu menggoda dengan mengatakan "lari ke nenek" atau dalam bahasa setempat, vozinha setiap kali keadaan sulit.

"Dulu saya sering menerima banyak pukulan, dan setiap kali tidak bisa membalas dendam, saya akan pulang dengan marah dan merajuk," kata Vozinha dalam wawancara dengan FIFA pada 2024. "Mereka akan menggoda saya, mengatakan bahwa saya akan mengadu kepada kakek-nenek saya."

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar