Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa Amerika Serikat memikul tanggung jawab penuh untuk memastikan implementasi nota kesepahaman yang akan ditandatangani antara Teheran dan Washington, termasuk penghentian serangan Israel terhadap Lebanon. Pernyataan tegas itu disampaikan Araghchi dalam percakapan telepon terpisah dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun dan Ketua Parlemen Nabih Berri pada Senin lalu.
Dalam pembicaraan tersebut, Araghchi memberikan pengarahan kepada para pejabat Lebanon mengenai klausul-klausul dalam nota kesepahaman, khususnya yang berkaitan dengan Lebanon. “Serangan tersebut harus dihentikan sepenuhnya,” ujar Menlu Araghchi, seperti dikutip dari laporan pers setempat.
Ketegangan di kawasan meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan agresi tanpa provokasi terhadap Iran pada 28 Februari. Bersamaan dengan itu, Israel meningkatkan serangan mematikan terhadap Lebanon, yang dinilai melanggar gencatan senjata dengan Beirut serta perjanjian gencatan senjata yang dimediasi Pakistan antara Teheran dan Washington sebuah kesepakatan yang juga mencakup Lebanon.
Republik Islam Iran menegaskan bahwa gencatan senjata dengan AS harus mencakup semua front, termasuk Lebanon. Pemenuhan syarat tersebut digambarkan sebagai bagian tak terpisahkan dari terwujudnya perdamaian dan keamanan di kawasan. Sepanjang agresi Amerika-Israel yang berlangsung hingga 7 April, angkatan bersenjata Iran secara tegas menanggapi serangan sekutu dan pelanggaran gencatan senjata yang dilakukan Tel Aviv di Lebanon.
Pada hari Minggu, Kementerian Luar Negeri Iran mengumumkan bahwa nota kesepahaman telah diselesaikan dan akan ditandatangani secara resmi di Swiss pada hari Jumat. Araghchi menekankan bahwa upaya Republik Islam saat ini difokuskan pada penghentian agresi terhadap Lebanon.
Ia menegaskan kembali bahwa Amerika Serikat bertanggung jawab atas implementasi MoU yang “setia”. Sebagai sekutu terbesar Israel, Washington dinilai harus memberikan tekanan yang cukup kepada Tel Aviv untuk menghentikan serangan. Di sisi lain, para pejabat Lebanon menyambut baik ketentuan-ketentuan dalam nota kesepahaman tersebut dan menekankan bahwa stabilitas serta keamanan Lebanon merupakan komponen yang tak terpisahkan dari setiap upaya serius untuk membangun stabilitas regional.
Artikel Terkait
Cedera Betis, Tino Livramento Batal Bela Inggris di Piala Dunia 2026, Trevoh Chalobah Dipanggil
Persebaya Rekrut Lima Pemain Baru, Tiga di Antaranya Eks PSM Makassar
Gowes Muharram PBNU di Lamongan-Bojonegoro Seribu Peserta, Padukan Olahraga dan Syiar Islam
Merapi Erupsi Selasa Malam, Luncurkan Awan Panas hingga Dua Kilometer