Budiman Sudjatmiko Bantah Tuduhan Pengkhianat Reformasi Usai Diskusi di UGM Diwarnai Aksi Mahasiswa Naik Panggung Tanpa Bertanya

- Selasa, 16 Juni 2026 | 22:30 WIB
Budiman Sudjatmiko Bantah Tuduhan Pengkhianat Reformasi Usai Diskusi di UGM Diwarnai Aksi Mahasiswa Naik Panggung Tanpa Bertanya

Seorang mahasiswa yang naik ke atas panggung dalam sebuah diskusi publik di Universitas Gadjah Mada (UGM) ternyata tidak melontarkan satu pun pertanyaan. Hal itu diungkapkan langsung oleh Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan, Budiman Sudjatmiko, yang menjadi salah satu pembicara dalam acara tersebut.

Budiman menegaskan bahwa dirinya menolak tuduhan sebagai pengkhianat reformasi yang dialamatkan oleh sejumlah mahasiswa. Ia mengaku sebagai aktivis 1998 yang tetap konsisten mendukung pemerintahan yang terpilih secara demokratis.

"Saya adalah bagian dari gerakan reformasi. Mendukung pemerintah yang lahir dari proses demokrasi bukanlah pengkhianatan," ujarnya.

Diskusi publik yang menghadirkan tiga pejabat pemerintahan Prabowo-Gibran itu sebelumnya berakhir dengan ketegangan. Mahasiswa yang hadir melontarkan kritik tajam dan menuding para pejabat gagal menjawab kekhawatiran publik, terutama terkait kondisi ekonomi, tata kelola pemerintahan, serta implementasi Pancasila sebagai ideologi negara.

Sementara itu, insiden mahasiswa yang naik panggung tanpa mengajukan pertanyaan justru menjadi sorotan tersendiri. Budiman menilai aksi tersebut lebih merupakan bentuk ekspresi ketidakpuasan daripada upaya dialog yang konstruktif.

Di sisi lain, peristiwa ini memicu perdebatan di kalangan akademisi dan publik mengenai batas-batas kritik dalam forum resmi. Sejumlah pihak menilai bahwa cara penyampaian aspirasi tetap harus mengedepankan etika dan substansi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak UGM maupun mahasiswa yang terlibat dalam insiden tersebut.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar