Nanik S. Deyang Resmi Ditunjuk sebagai Kepala BGN, Fokus Perbaiki Kualitas Program Makan Bergizi Gratis

- Jumat, 05 Juni 2026 | 15:00 WIB
Nanik S. Deyang Resmi Ditunjuk sebagai Kepala BGN, Fokus Perbaiki Kualitas Program Makan Bergizi Gratis

Presiden resmi menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, menggantikan Dadan Hindayana yang sebelumnya dicopot dari jabatannya dan ditangkap oleh Kejaksaan Agung. Sebelum menduduki posisi puncak, Nanik bertugas sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, sehingga ia telah memiliki pemahaman mendalam tentang dinamika internal lembaga tersebut.

Meskipun pelantikan resmi baru akan digelar pada Senin, 8 Juni mendatang, Nanik telah menyusun sejumlah program kerja strategis untuk memperbaiki kinerja program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa pihaknya tidak akan lagi mengejar target kuantitas penerima manfaat secara membabi buta. Sebaliknya, fokus utama akan diarahkan pada peningkatan kualitas layanan.

“Tahun 2026 ini mohon Bapak, kami tidak mengejar kuantitas. Kami akan perbaiki kualitas. Sehingga kami tidak akan mengejar ke 82 juta, tapi bagaimana dapur-dapur ini sehat, memberikan yang bergizi,” ujar Nanik dalam keterangannya, Kamis, 4 Juni 2026.

Salah satu langkah konkret yang akan diambil adalah melakukan pemetaan ulang terhadap sekolah-sekolah penerima program. Nanik berencana mengidentifikasi sekolah-sekolah yang dinilai tidak lagi membutuhkan bantuan MBG, lalu mengalokasikan anggaran dari sekolah tersebut ke daerah-daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Pendekatan ini, menurutnya, merupakan bagian dari upaya refocusing penerima manfaat agar program lebih tepat sasaran.

Di sisi lain, kebijakan efisiensi anggaran pemerintah turut mempengaruhi rencana kerja BGN ke depan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya menyatakan akan ada pemotongan pagu anggaran MBG menyusul penahanan mantan Kepala BGN Dadan Hindayana. “Angkanya sekarang kan (sekitar) Rp 260 triliun, akan berkurang kan? Karena ada pemotongan hari dan segala macam,” ucapnya di Kompleks Parlemen, Rabu, 3 Juni 2026.

Saat ini, pagu anggaran BGN telah dipangkas dari semula Rp 335 triliun menjadi Rp 268 triliun. Meski demikian, Nanik memastikan bahwa efisiensi tersebut tidak akan mengurangi jumlah sasaran penerima program MBG. “Kami berharap masih bisa menurunkan lagi. Namun tidak mengurangi sasaran. Kami akan terus melakukan efisiensi anggaran di berbagai bidang,” tegasnya dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis, 4 Juni 2026.

Pergantian pimpinan di BGN ini pun memunculkan pertanyaan besar: apakah momentum ini dapat dimanfaatkan untuk menyempurnakan program prioritas nasional tersebut? Pengamat kebijakan publik dari Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia turut menyoroti tantangan yang harus dihadapi Nanik, terutama dalam menjaga keseimbangan antara efisiensi anggaran dan perluasan jangkauan manfaat.

Sementara itu, di tengah hiruk-pikuk pemberitaan nasional, publik juga disuguhi kabar lain yang tak kalah menarik. Di Nganjuk, Jawa Timur, Museum Marsinah yang baru saja diresmikan oleh Presiden Prabowo mulai ramai dikunjungi masyarakat pada pekan pertama pembukaannya. Museum ini menyimpan berbagai koleksi dan narasi sejarah yang menggambarkan perjuangan tokoh buruh perempuan tersebut.

Di dunia olahraga, Timnas Indonesia bersiap menghadapi dua laga uji coba internasional dalam rangka FIFA Matchday awal Juni 2026. Skuad asuhan John Herdman akan berhadapan dengan Oman pada Jumat, 5 Juni 2026, pukul 20.00 WIB, dan Mozambik pada Selasa, 9 Juni 2026, pada jam yang sama. Kedua pertandingan akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Tim Garuda saat ini dalam kondisi cukup baik meskipun harus kehilangan bek andalan sekaligus kapten tim, Jay Idzes, akibat cedera. Dalam konferensi pers, pelatih John Herdman menyoroti masalah penyelesaian peluang yang masih menjadi pekerjaan rumah besar. “Kami tidak memiliki cukup tembakan tepat sasaran mengingat seberapa besar kontrol yang kami miliki, kami tidak memiliki cukup orang di dalam kotak penalti, tidak cukup penetrasi di sepertiga akhir lapangan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, “Sekali lagi, ini butuh waktu. Namun dengan kualitas yang kami miliki, saya percaya pada tim dan mereka nanti akan mengambil langkah yang besar.” Analisis lebih mendalam mengenai peta kekuatan kedua tim dan strategi yang akan diterapkan akan dibahas dalam segmen d’Hattrick bersama tim detikSport.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags