Atlet panahan usia 13 tahun asal Banjarnegara, Jawa Tengah, Syabiel Al Ghifari Muliawan, kerap bertanding di kategori usia yang lebih tinggi dari usianya. Langkah itu ia tempuh untuk menguji mental dan kemampuannya di lapangan.
Saat ini, Syabiel tengah mengikuti MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2026 di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah. Ia akan berlaga di kategori Compound U13. Olahraga panahan ia tekuni berawal dari ajakan sang kakak yang juga atlet panahan, dengan selisih usia tujuh tahun.
"Sempat diajari ayah anggar. Tetapi lebih pilih panahan seperti kakak karena menurut saya lebih menarik," ujarnya kepada kumparan, Selasa (21/7).
Untuk menguji mental, Syabiel kerap mengikuti kategori usia di atasnya. Ia juga kadang membantu kakaknya jika membutuhkan pemain untuk nomor beregu. "Untuk mengetes mental bertanding saja. Kadang ikut bertanding sama kakak," sambungnya.
Ketekunannya dalam berlatih cukup tinggi. Menjelang event, ia bisa berlatih setiap hari. Pembagian waktu antara sekolah dan latihan tidak menjadi masalah. Pagi hingga siang ia bersekolah, sorenya berlatih memanah di tempat yang tidak jauh dari rumah.
"Saya ingin menjadi atlet panahan. Di ajang ini (MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2026) semoga bisa juara," ucapnya.
Cahyadi, ayah Syabiel, mengatakan bahwa putra keduanya itu beberapa kali ikut kategori usia yang lebih tinggi atas kemauan sendiri. "Iya kadang ingin ikut kategori yang usianya di atas dia. Beberapa waktu lalu ikut Sirkuit Panahan Provinsi Boyolali 2026," ujarnya.
Di ajang Sirkuit Panahan Provinsi Boyolali 2026, Syabiel turun di nomor beregu dan individu, namun belum meraih gelar. "Belum juara, dia ikut kakaknya di nomor beregu," terang Cahyadi.
Cahyadi menceritakan, Syabiel telah menekuni panahan selama 1,5 tahun. Pilihan itu tak lepas dari pengaruh kakaknya. "Saya melihatnya Syabiel ini tingkat fokusnya lebih bagus," ujar pria yang juga menjabat sebagai Pelatih Kepala Pengkab Perpani Kabupaten Banjarnegara itu.
Sebagai ayah, Cahyadi kerap mengantar Syabiel bertanding ke luar kota di Jawa Tengah. Setidaknya ada satu hingga dua event yang diikuti dalam sebulan. Prestasi Syabiel antara lain Juara 1 Popda Kabupaten Banjarnegara 2026, Juara 2 WSS Yogyakarta 2026, dan Juara 3 Kejurprov Junior Jawa Tengah 2026.
Meski berstatus pelatih sekaligus ayah, Cahyadi mengaku tidak pernah memberi target prestasi kepada Syabiel. Ia memahami bahwa anaknya yang masih 12 tahun perlu menikmati masa bermain. "Tidak pernah kasih target. Bagi saya yang penting anak senang, dia mau ikut lomba di mana, saya antar," imbuhnya.
Artikel Terkait
Dua Anak Tenggelam di Saluran Irigasi Banjarnegara Ditemukan Tewas