Gula merupakan sumber energi utama yang esensial bagi fungsi otak dan tubuh. Namun, konsumsi gula yang berlebihan justru membawa dampak buruk bagi kesehatan. Kementerian Kesehatan RI menetapkan batas maksimal konsumsi gula harian untuk orang dewasa sebesar 50 gram atau setara dengan empat sendok makan per hari. Angka ini menjadi acuan penting untuk menjaga kadar gula tetap dalam ambang normal.
Kadar gula darah normal berkisar antara 70 hingga 100 mg/dL. Jika melebihi angka tersebut, seseorang perlu waspada. Konsumsi gula berlebih dapat memicu berbagai penyakit, seperti penyakit jantung, diabetes melitus, hingga obesitas. Lantas, apa saja gejala yang muncul ketika kadar gula dalam tubuh terlalu tinggi?
Kelelahan menjadi gejala yang umum dialami penderita gula darah tinggi, terutama pada pengidap diabetes. Studi dalam jurnal Biological Research for Nursing menunjukkan bahwa peningkatan glukosa dalam tubuh wanita dapat memengaruhi tingkat kelelahan. Kondisi ini terjadi terlepas dari banyaknya aktivitas atau kurangnya waktu tidur.
Penglihatan kabur juga bisa menjadi tanda kadar glukosa yang terlalu tinggi. Gula yang tinggi dapat merusak pembuluh darah kecil di mata dan membuat lensa mata membengkak, sehingga penglihatan menjadi tidak fokus. Namun, kondisi ini juga bisa menjadi indikasi masalah lain, seperti ulkus kornea.
Nyeri pada kaki sering kali dirasakan akibat kerusakan saraf yang dipicu oleh kelebihan gula. Kondisi ini dikenal sebagai neuropati diabetik, yang umumnya menyerang kaki. Proses pemompaan darah dari kaki ke jantung lebih sulit dibandingkan bagian tubuh lain, sehingga kaki terasa kesemutan, nyeri, atau bahkan mati rasa.
Gerak tubuh yang lebih lamban juga menjadi indikasi gula darah tinggi. Lonjakan insulin akibat kadar gula yang tinggi dapat mengganggu organ tubuh lain, menyebabkan energi tidak stabil. Pasang surut energi ini memengaruhi kecepatan gerak tubuh secara keseluruhan.
Proses penyembuhan luka yang lambat juga berkaitan dengan tingginya gula darah. Kerusakan saraf pada pembuluh darah mengganggu sirkulasi darah, sehingga luka membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh. Sementara itu, rasa haus yang berlebihan dan sering buang air kecil terjadi karena ginjal bekerja keras membuang kelebihan gula melalui urine. Proses ini menarik cairan dari jaringan tubuh, memicu dehidrasi, dan sering kali menjadi tanda resistensi insulin atau diabetes.
Kelebihan gula juga dapat memicu peradangan dalam tubuh dan meningkatkan produksi sebum pada kulit. Akibatnya, jerawat mudah muncul dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Dalam jangka panjang, konsumsi gula berlebih merusak kolagen, mempercepat penuaan dini dan munculnya kerutan.
Tanda lain yang perlu diwaspadai adalah kecanduan makanan manis. Konsumsi gula berlebih memicu hormon dopamin di otak yang menciptakan rasa senang dan ketagihan. Sinyal ini sering disalahartikan sebagai rasa lapar, padahal tubuh hanya mengalami kecanduan. Selain itu, gula berlebih yang tidak diubah menjadi energi akan disimpan sebagai lemak, terutama di area perut. Tingginya kadar insulin akibat konsumsi gula menghambat proses pembakaran lemak, sehingga berat badan meningkat secara signifikan.
Sebagai pertolongan pertama saat gula darah tinggi, beberapa langkah dapat dilakukan. Minum banyak air membantu ginjal membuang kelebihan gula melalui urine. Olahraga ringan, seperti berjalan, juga efektif menurunkan gula darah. Hindari makanan berkarbohidrat atau gula tinggi saat kadar gula sedang naik. Bagi penderita diabetes tipe 1, segera periksa tingkat keton di urine karena risiko ketoasidosis diabetik yang merupakan kondisi darurat medis. Jika gula darah tetap tinggi atau muncul keluhan seperti kelelahan berat, kebingungan, atau kesulitan bernapas, segera cari pertolongan medis untuk penanganan lebih lanjut.
Artikel Terkait
Indonesia Jadi Tuan Rumah Kualifikasi Turnamen Sepak Bola U-12, Pemenang Melaju ke Jepang
Pemerintah Hormati Proses Hukum Silmy Karim, Presiden Teken Pemberhentian Wamen Imipas
Timnas Indonesia U-19 Kalahkan Timor Leste 3-0, Lolos ke Semifinal Piala AFF U-19 2026
Polisi Tembak Ban Mobil, Gagalkan Peredaran 113 Kilogram Sabu dari Pekanbaru ke Aceh