Universitas Gadjah Mada (UGM) baru saja merilis laporan tracer study 2026, sebuah data yang dinanti-nantikan oleh para calon mahasiswa. Laporan ini memberikan gambaran komprehensif mengenai kondisi lulusan setelah menyelesaikan pendidikan, mencakup prospek karier dan tingkat penghasilan dari salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.
Reputasi UGM dalam mencetak lulusan berprestasi didukung oleh kurikulum yang adaptif, jaringan alumni yang solid, serta kolaborasi erat dengan ratusan perusahaan dan industri. Data menunjukkan bahwa 76 persen alumni langsung bekerja atau melanjutkan studi tidak lama setelah lulus. Tak heran, karier lulusan UGM kerap dipandang mentereng dan kompetitif di pasar tenaga kerja.
Bagi calon mahasiswa yang tengah menanti pengumuman kelulusan seleksi, hasil tracer study ini dapat menjadi bahan pertimbangan. Berdasarkan data yang dihimpun, median penghasilan lulusan baru program sarjana (S1) mencapai Rp6 juta per bulan. Angka ini mencerminkan daya saing lulusan UGM di dunia kerja.
Mayoritas alumni UGM, atau sekitar 38,3 persen, memiliki rentang gaji antara Rp3 juta hingga Rp5 juta per bulan. Sementara itu, sebanyak 34,2 persen lulusan baru memperoleh penghasilan di kisaran Rp2 juta hingga Rp3 juta. Hanya 6,7 persen alumni yang pendapatannya kurang dari Rp2 juta per bulan. Di sisi lain, 16,7 persen lulusan baru berhasil meraih penghasilan antara Rp5 juta hingga Rp10 juta, dan 4,1 persen bahkan menembus angka di atas Rp10 juta per bulan. Rentang gaji ini menggambarkan bahwa lulusan baru tengah memahami realitas dunia kerja serta berada pada tahap awal pengembangan karier.
Dari segi penempatan kerja, sektor swasta menjadi penyerap utama lulusan baru UGM, mencakup lebih dari separuh total responden. Data ini menunjukkan bahwa lulusan UGM memiliki daya saing tinggi, baik di industri maupun pasar kerja yang dinamis. Sementara itu, sektor pemerintahan menjadi penyerap tenaga kerja terbesar kedua. Banyak alumni yang menduduki posisi di bidang administrasi, kearsipan, dan pelayanan masyarakat. Hal ini menandakan bahwa lulusan UGM tidak hanya mengejar karier di perusahaan profit, tetapi juga turut berkontribusi pada sektor layanan publik.
Informasi mengenai tingkat penghasilan dan penyerapan kerja alumni UGM ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi calon mahasiswa untuk menempuh pendidikan dengan sungguh-sungguh. Selain itu, data ini juga berguna untuk meningkatkan daya saing di dunia kerja serta menyusun perencanaan karier sejak dini. (Adrian Bachtiar)
Artikel Terkait
Menag Ajak Umat Jadikan Momentum Muharam untuk Perkuat Persatuan dan Kepedulian Sosial
Beras Tak Lagi Jadi Penyumbang Inflasi Utama, Mentan Sebut Pasokan Aman dan Stok Nasional Kuat
Menteri ESDM Bentuk Tim Khusus Awasi Pasokan Batu Bara untuk PLN
LPSK Ajukan Tambahan Anggaran Rp262,43 Miliar untuk Perlindungan Saksi dan Korban pada 2027