Dua Warga Sipil di Kampus UNP Jadi Korban Dugaan Peluru Nyasar, Rektor Langsung Hubungi Pangdam

- Rabu, 03 Juni 2026 | 18:40 WIB
Dua Warga Sipil di Kampus UNP Jadi Korban Dugaan Peluru Nyasar, Rektor Langsung Hubungi Pangdam

Dua warga sipil menjadi korban dugaan peluru nyasar di kawasan Universitas Negeri Padang (UNP), Sumatera Barat, Selasa sore. Salah satu korban diketahui merupakan seorang mahasiswi, sementara satu lainnya adalah keluarga mahasiswa yang kebetulan berada di area kampus saat kejadian berlangsung sekitar pukul 17.05 WIB.

Rektor UNP, Krismadinata, langsung mengambil langkah cepat dengan menghubungi Pangdam XX/Imam Bonjol setelah insiden tersebut. Ia mengungkapkan bahwa komunikasi dengan pihak militer berlangsung responsif. “Setelah kejadian saya berkomunikasi langsung dengan Pangdam XX/Imam Bonjol dan beliau merespons dengan cepat,” katanya kepada Antara, Rabu (3/6/2026).

Tak berselang lama, pihak kampus mengerahkan ambulans untuk mengevakuasi kedua korban ke rumah sakit terdekat. Langkah ini dilakukan sebagai upaya penanganan awal terhadap kondisi korban yang diduga terkena tembakan.

Sementara itu, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI turut menyoroti peristiwa ini. Ketua Komnas HAM RI, Anis Hidayah, di Kota Padang, Rabu, mengingatkan seluruh pemangku kepentingan agar kasus serupa tidak terulang di masa mendatang. “Ke depan tentu perlu dikoordinasikan agar kasus-kasus serupa tidak terjadi kembali,” ujarnya.

Menurut Anis, insiden peluru nyasar yang diduga mengarah ke lingkungan kampus harus menjadi bahan evaluasi bersama. Ia khawatir kondisi ini dapat mengganggu rasa aman masyarakat, khususnya sivitas akademika perguruan tinggi. “Karena peluru nyasar itu kan bisa menimbulkan chilling effect, jangan sampai itu kemudian menimbulkan efek ketakutan bagi mahasiswa untuk beraktivitas di kampus,” tegasnya.

Di sisi lain, Anis mengapresiasi respons cepat pihak kampus yang langsung berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait. Ia menekankan bahwa salah satu langkah penting yang harus segera dilakukan adalah memberikan dan menjamin rasa aman bagi seluruh masyarakat kampus.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar