Kebakaran Rumah di Cirebon Tewaskan Ayah dan Bayi, Polisi Selidiki Kejanggalan

- Sabtu, 01 Agustus 2026 | 02:50 WIB
Kebakaran Rumah di Cirebon Tewaskan Ayah dan Bayi, Polisi Selidiki Kejanggalan

Kebakaran rumah di Kompleks Perumahan Griya Asri, Desa Kejuden, Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Jumat (31/7/2026) menewaskan seorang ayah dan bayinya. Peristiwa itu menggemparkan warga setempat karena terdapat kejanggalan pada luka korban.

Kedua korban, DS dan bayinya BA, sempat dievakuasi warga ke rumah sakit terdekat. Namun, nyawa keduanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan. Saat kebakaran terjadi, istri korban sedang berada di luar rumah untuk menjemput anak pertamanya di sekolah.

Awal peristiwa terungkap ketika warga melihat kepulan asap pekat dari bagian belakang rumah korban. Mereka pun bergegas mendobrak pintu depan yang terkunci dari dalam. Saat berusaha memadamkan api dengan alat seadanya, warga dikejutkan dengan temuan DS tergeletak penuh luka berdarah di area dapur, sementara bayinya BA tergeletak lemas di dalam kamar.

Saksi mata, Kristianto, menuturkan bahwa warga langsung berupaya menyelamatkan korban dari kepulan asap. "Warga langsung dobrak pintu rumah korban. Pas masuk, posisi korban (DS) sudah tergeletak berdarah di dapur dan bayinya di dalam kamar," ungkapnya.

Tim Identifikasi Inafis Satreskrim Polresta Cirebon diterjunkan ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memintai keterangan sejumlah saksi. Kasat Reskrim Polresta Cirebon, Kompol I Putu Ika Prabawa, menegaskan bahwa penyidik masih mendalami penyebab kebakaran serta dugaan kejanggalan pada luka korban.

"Kami masih melakukan penyelidikan. Jenazah kedua korban sudah dibawa ke RS Bhayangkara Losarang untuk proses autopsi guna memastikan penyebab pasti kematiannya," katanya.

Hingga saat ini, kasus kebakaran maut tersebut ditangani Satreskrim Polresta Cirebon sambil menunggu hasil pemeriksaan tim medis independen.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags