Polsek Pangkalan Kerinci, Polres Pelalawan, meluncurkan terobosan baru dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui budidaya melon berbasis teknologi modern. Langkah ini diwujudkan dengan mengembangkan green house smart farming yang dikelola bersama Kelompok Tani (Poktan) Subur Kembar Tani. Inisiatif ini tidak hanya menjadi simbol dukungan terhadap program pemerintah, tetapi juga diharapkan mampu menjadi penyokong pasokan pangan di tingkat daerah.
Lahan seluas 320 meter persegi di Jalan Raja RT 001/RW 001, Kelurahan Pangkalan Kerinci Kota, Kabupaten Pelalawan, menjadi lokasi proyek percontohan ini. Dengan pola tanam monokultur, rumah kaca cerdas tersebut menggunakan bibit melon madu Honey Globe serta pupuk dolomit, NPK, dan urea. Pemilihan pola ini sengaja dilakukan untuk memaksimalkan hasil produksi secara efektif dan efisien pada lahan yang tersedia, sehingga buah yang dihasilkan memiliki standar kualitas pasar yang tinggi.
Kapolres Pelalawan, AKBP John Louis Letedara, memberikan apresiasi kepada Kapolsek Pangkalan Kerinci, AKP Shilton, yang menjadi inisiator program tersebut. Menurut John Louis, langkah ini membuktikan bahwa institusi Polri di tingkat daerah memiliki perhatian besar terhadap pemanfaatan lahan produktif demi pemenuhan pangan masyarakat.
“Inisiatif ini menjadi bukti bahwa institusi Polri di tingkat daerah menaruh perhatian yang sangat besar terhadap pemanfaatan lahan produktif bagi pemenuhan pangan masyarakat,” kata John Louis dalam keterangannya, Rabu (3/6/2026).
AKP Shilton menjelaskan, pola tanam monokultur di dalam green house dipilih agar hasil panen bisa optimal. Ia memperkirakan panen perdana akan berlangsung dalam waktu 70 hari sejak penanaman. “Jumlah bibit yang kami tanam ada 650 bibit melon,” ujar Shilton.
Program kemitraan pertanian antara Polsek Pangkalan Kerinci dan masyarakat ini, menurut Shilton, membawa empat misi utama. Pertama, menjaga kestabilan pasar. “Meningkatkan produksi buah dan pangan nasional guna menjamin ketersediaan suplai serta menjaga kestabilan harga pangan yang berkelanjutan di tingkat daerah,” katanya.
Pola penanaman monokultural ini diyakini mampu mengurangi ketergantungan pasar domestik terhadap impor buah-buahan segar. Di sisi lain, keberadaan green house smart farming ini diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan ekonomi petani lokal. “Yang terakhir, tentunya kegiatan ini juga mendukung dan mensukseskan program ketahanan pangan Bapak Presiden dalam rangka swasembada pangan nasional,” tambah Shilton.
Peluncuran program ini tidak hanya mendapat dukungan dari internal kepolisian, tetapi juga dari lintas sektoral. Pemerintah daerah diwakili oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pelalawan, Budi Surlani, serta Kepala Bidang Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Kabupaten Pelalawan, Sulami.
Sektor swasta turut berkontribusi aktif melalui jajaran manajemen PT RAPP, Elfiannto, dan Humas PT RAPP, Iyon, sebagai bentuk kemitraan strategis dalam program tanggung jawab sosial perusahaan. Pihak paling krusial, yakni Kelompok Tani Subur Kembar Tani, hadir dipimpin langsung oleh ketuanya, Didit Suyanto, bersama sekitar sepuluh anggota yang tampak antusias mengikuti prosesi penanaman perdana.
Artikel Terkait
Kejaksaan Agung Geledah Kantor Badan Gizi Nasional Sehari Setelah Perombakan Pimpinan
Malaysia-Indonesia Gelar JCBC ke-17 di Jakarta, Fokus Perkuat Ketahanan Ekonomi dan Rantai Pasok
Polda Metro Jaya Gelar Operasi Patuh Jaya 2026, 50 Persen Kegiatan Fokus pada Penegakan Hukum
TelkomMetra Lepas AdMedika ke Fullerton Health untuk Fokus pada Bisnis Telekomunikasi dan Digital