Ledakan pipa gas di Perumahan Grand Polonia, Medan, pada Senin (20/7) malam menewaskan tiga orang dan melukai empat lainnya. Tiga korban tewas ditemukan tertimbun reruntuhan rumah berlantai tiga yang roboh akibat ledakan. Tim SAR gabungan yang diterjunkan sejak Senin malam berhasil mengevakuasi seluruh korban pada Selasa (21/7) petang.
Korban pertama, seorang perempuan bernama Jesika (36), ditemukan pada Selasa dini hari pukul 02.20 WIB. Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak mengonfirmasi bahwa Jesika merupakan istri dari pemilik rumah. "Satu korban dini hari itu berhasil ditemukan, yang merupakan mohon maaf dengan segala kerendahan hati saya mengatakan, istri dari pemilik rumah," ujarnya di lokasi.
Korban kedua ditemukan sekitar pukul 15.30 WIB, juga seorang perempuan. Ia dievakuasi dari lantai dua menggunakan kantong jenazah untuk diidentifikasi. "Tim gabungan telah menemukan dan berhasil. Terima kasih untuk doanya. Menemukan satu lagi dari tiga korban yang semalam masih proses pencarian evakuasi di TKP di rumah di lantai dua," kata Calvijn.
Korban terakhir, Sinta, berhasil ditemukan pada pukul 18.00 WIB di lantai dua yang terdampak paling parah. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika, menyatakan operasi pencarian resmi ditutup setelah seluruh korban dievakuasi. "Alhamdulillah, tim gabungan berhasil menemukan korban terakhir yang sebelumnya masih dinyatakan hilang. Seluruh korban telah berhasil dievakuasi. Sehingga operasi SAR terhadap peristiwa runtuhnya bangunan akibat dugaan ledakan gas rumah tangga di Polonia resmi dinyatakan selesai dan ditutup," kata Hery.
Kendala Evakuasi
Proses evakuasi berlangsung lebih dari 24 jam dengan melibatkan 300 hingga 400 personel, tiga unit ekskavator, dan satu unit crane. Hery menjelaskan bahwa tim menghadapi dua kendala utama: akses menuju lantai dua yang sangat sempit dan kondisi reruntuhan yang masih labil. "Tantangan Tim SAR gabungan di lokasi, pertama akses menuju lantai dua sangat sempit. Kedua, material bangunan yang runtuh masih labil sehingga membahayakan personel saat melakukan evakuasi," imbuhnya.
Identitas Korban
Selain tiga korban meninggal, empat orang selamat dan telah dilarikan ke rumah sakit. Mereka adalah Jeavelin (bayi perempuan dua tahun), Hasan (pria dari orang tua pemilik rumah), Yuda (kurir), dan seorang sopir yang masih dalam proses identifikasi. Sementara itu, dua korban meninggal lainnya adalah Ros dan Sinta, yang masih diidentifikasi apakah mereka asisten rumah tangga atau bukan.
Artikel Terkait
Ledakan Gas di Perumahan Grand Polonia Medan, PGN Tutup Jaringan
PGN Bantah Kebocoran Gas Jadi Pemicu Ledakan di Grand Polonia Medan
PGN Konfirmasi Pipa Gas di Rumah Ledakan Grand Polonia Medan
Ledakan di Grand Polonia Medan Dipicu Kebocoran Gas, Tekanan Capai Ambang Ledakan