Mayat Pria Tergantung di Pinggir Danau Sunter, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

- Jumat, 29 Mei 2026 | 15:15 WIB
Mayat Pria Tergantung di Pinggir Danau Sunter, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

Penemuan sesosok mayat pria tergantung di sebuah pohon di pinggir Danau Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara, menggegerkan warga sekitar pada Jumat pagi lalu. Korban yang diketahui berinisial MS, berusia 42 tahun, ditemukan dalam posisi tergantung dan segera menimbulkan dugaan awal mengenai penyebab kematiannya.

Kasie Humas Polres Metro Jakarta Utara, Iptu Maryati Jonggi, membenarkan peristiwa tersebut dan menjelaskan bahwa jenazah pertama kali ditemukan sekitar pukul 05.44 WIB. “Pamapta dan identifikasi Polres Metro Jakarta Utara bergabung dengan personel Polsek Tanjung Priok dipimpin Panit Reskrim Polsek Tanjung Priok Ipda Imam Syaifudin sudah melakukan cek TKP penemuan mayat,” ujar Jonggi saat dikonfirmasi pada hari yang sama.

Setelah proses identifikasi dan dokumentasi di tempat kejadian perkara, jenazah korban segera dievakuasi ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. “Identifikasi dan dokumentasi korban, catat identitas, saksi-saksi, visum, hubungi keluarga korban dan kirim korban ke RS Polri Kramat Jati,” lanjutnya menjelaskan rangkaian penanganan awal.

Peristiwa ini pun terekam dalam video amatir yang kemudian viral di media sosial. Beredar narasi di masyarakat yang menyebutkan bahwa korban diduga bunuh diri dengan cara gantung diri. Namun, pihak kepolisian masih belum dapat memastikan penyebab pasti kematian MS.

“Mohon waktu (terkait penyebab), masih dalam penyelidikan,” imbuh Jonggi, menegaskan bahwa proses investigasi masih berlangsung untuk mengungkap fakta di balik kematian korban.

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun melakukan tindakan serupa. Jika Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar