Saham-saham milik konglomerat Prajogo Pangestu justru mencatatkan penguatan signifikan pada perdagangan Jumat (29/5), meskipun tiga emiten grup Barito resmi dikeluarkan dari indeks MSCI Global Standard Indexes dalam periode rebalancing yang sama. Fenomena ini menunjukkan adanya pergerakan yang berlawanan dengan sentimen negatif yang biasanya menyertai aksi penghapusan saham dari indeks acuan global tersebut.
Berdasarkan data perdagangan di Bursa Efek Indonesia hingga sesi pertama, saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melesat 25 persen ke level Rp3.300, sementara saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) juga menguat 24,75 persen menjadi Rp630. Kedua emiten tersebut merupakan bagian dari daftar saham yang dikeluarkan MSCI, namun pergerakannya justru menyentuh batas auto reject atas (ARA).
Penguatan juga terjadi pada emiten lain yang masih berada dalam satu afiliasi. Saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) naik 18,97 persen ke Rp1.850, PT Petrosea Tbk (PTRO) menguat 17,91 persen ke Rp4.340, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) bertambah 10 persen ke Rp2.070, dan PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) menanjak 14,57 persen ke level Rp845. Reli ini terjadi tepat pada hari efektif rebalancing MSCI periode Mei 2026 yang berlaku setelah penutupan perdagangan Jumat.
Dalam evaluasi terbaru yang diumumkan pada 13 Mei lalu, MSCI mengeluarkan 18 saham Indonesia dari berbagai indeksnya. Tiga emiten grup Prajogo yang terdampak dalam indeks MSCI Global Standard Indexes adalah BREN, TPIA, dan CUAN. Selain itu, MSCI juga mendepak PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), serta PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), dengan saham terakhir turun ke kategori MSCI Small Cap Indexes.
Praktisi pasar modal sekaligus Co-Founder PasarDana, Hans Kwee, menilai penguatan sejumlah saham di tengah proses rebalancing menunjukkan bahwa investor institusi kemungkinan telah lebih dulu menyesuaikan portofolio sebelum tanggal efektif.
“Melihat pola pergerakan saham pasca pengumuman MSCI, kemungkinan sebagian besar fund manager telah melakukan penyesuaian portofolio tanpa menunggu sampai tanggal terakhir 29 Mei 2026,” ujar Hans kepada awak media, Jumat (29/5).
Menurut Hans, penghapusan sejumlah saham dari indeks MSCI tidak selalu mencerminkan pelemahan fundamental emiten. Evaluasi yang dilakukan oleh lembaga pemeringkat global tersebut lebih banyak mempertimbangkan aspek teknikal, seperti pembobotan dan likuiditas saham.
“Banyak perusahaan yang dikeluarkan berfundamental bagus, punya prospek yang sangat baik dan saat ini punya valuasi yang sangat menarik,” kata Hans.
Ia menambahkan, periode pasca rebalancing MSCI berpotensi menjadi titik balik pergerakan pasar saham domestik. Setelah penyesuaian indeks selesai dilakukan, perhatian investor diperkirakan akan kembali tertuju pada kinerja fundamental emiten dan prospek ekonomi dalam negeri.
Sementara itu, Analis Panin Sekuritas cabang Pondok Indah, Elandry Pratama, mengatakan dampak rebalancing MSCI masih dapat terasa dalam jangka pendek, terutama terhadap arus dana asing dan sentimen pasar. Menurut dia, investor asing cenderung mengambil posisi wait and see di tengah perubahan komposisi dana pasif maupun active fund yang mengacu pada indeks MSCI.
“Untuk durasinya, umumnya efek MSCI paling besar terjadi di periode menjelang dan sesudah effective date review, sekitar beberapa minggu hingga satu sampai dua bulan. Setelah itu pasar biasanya kembali lebih fokus ke fundamental emiten,” kata Elandry.
Di luar faktor MSCI, pasar juga masih mencermati perkembangan geopolitik di Timur Tengah yang memicu perpindahan dana global ke aset safe haven. Namun, para analis menilai tekanan tersebut bersifat sementara dan akan mereda seiring investor kembali mempertimbangkan arah suku bunga global serta stabilitas ekonomi dalam negeri.
Artikel Terkait
Angin Kencang Diduga Jadi Pemicu Utama Blackout Listrik di Sumatera
Iran Mulai Persiapan Pemakaman Kenegaraan untuk Khamenei yang Tewas dalam Serangan AS-Israel
Pemerintah Pastikan Pelemahan Rupiah Tak Ganggu Pasokan Energi Nasional, Genjot PLTS 100 GW
Kebakaran di Tambora Hanguskan 27 Rumah, 200 Jiwa Mengungsi