Iran Tetapkan Syarat Kesepakatan dengan AS: Hentikan Perang, Cabut Blokade dan Sanksi

- Selasa, 19 Mei 2026 | 17:40 WIB
Iran Tetapkan Syarat Kesepakatan dengan AS: Hentikan Perang, Cabut Blokade dan Sanksi

Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, menegaskan bahwa setiap kemungkinan kesepakatan dengan Amerika Serikat harus mencakup penghentian perang di seluruh front, pencabutan blokade laut, serta pembatalan sanksi-sanksi yang membebani Teheran. Pernyataan tegas ini disampaikan di hadapan anggota Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri parlemen Iran pada Senin (18/5), sebagaimana dikutip dari laporan media setempat.

Dalam forum tertutup tersebut, Gharibabadi memaparkan secara rinci syarat-syarat yang diajukan Iran untuk mencapai kesepakatan dengan Washington guna mengakhiri konflik yang berkepanjangan. Juru bicara komisi, Ebrahim Rezaei, mengungkapkan bahwa wamenlu tersebut memberikan informasi terbaru mengenai negosiasi tidak langsung antara Teheran dan Amerika Serikat, termasuk proposal yang telah saling dipertukarkan melalui mediator Pakistan.

“Gharibabadi menekankan bahwa dalam setiap kemungkinan kesepakatan, perang harus berakhir di semua front, termasuk Lebanon. Pasukan AS harus menarik diri dari kawasan sekitar Iran, blokade laut harus dicabut, sanksi-sanksi harus dibatalkan, dan aset-aset Iran harus dibebaskan,” ujar Rezaei menirukan pernyataan wamenlu tersebut.

Menurut keterangan Rezaei, Gharibabadi juga menegaskan bahwa justru Amerika Serikat yang meminta gencatan senjata dan negosiasi. Iran, dalam pandangannya, tidak pernah mengupayakan perundingan dengan Washington selama perang masih berlangsung. Hal ini menjadi poin penting yang membedakan posisi kedua negara dalam dinamika diplomasi yang rumit.

Di sisi lain, Gharibabadi mengungkapkan bahwa Iran telah mengirimkan proposal terbaru melalui Islamabad sebagai mediator untuk menanggapi usulan perdamaian AS. Namun, hingga saat ini, Teheran belum menerima tanggapan resmi dari Washington. Keterbukaan informasi ini menunjukkan bahwa proses negosiasi masih berjalan di tengah ketidakpastian.

Sebelumnya, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, dalam konferensi pers pada Senin (18/5) menyatakan bahwa respons Teheran terhadap proposal terbaru Washington telah disampaikan kepada pihak Amerika melalui mediator Pakistan. Langkah ini menandai upaya diplomatik yang terus dilakukan meskipun ketegangan masih terasa di berbagai front.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar