Pemerintah Amerika Serikat kembali mengambil langkah untuk menangguhkan sanksi terhadap minyak mentah Rusia, kali ini untuk jangka waktu 30 hari ke depan. Keputusan ini diumumkan di tengah tekanan pasokan energi global yang kian genting akibat terganggunya jalur distribusi dari kawasan Teluk.
Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mengonfirmasi perpanjangan penangguhan tersebut awal pekan ini, setelah masa berlaku kebijakan serupa habis pada pekan lalu. Dalam unggahan di media sosial X, Bessent menyatakan bahwa izin sementara ini diberikan untuk memberi akses pasokan minyak Rusia kepada negara-negara yang paling rentan terhadap krisis energi.
"Departemen Keuangan AS mengeluarkan izin sementara selama 30 hari untuk memberikan akses sementara terhadap minyak Rusia kepada negara-negara yang paling rentan," ujar Bessent.
Kebijakan ini, menurut penjelasannya, hanya berlaku untuk minyak mentah Rusia yang telah dimuat ke kapal tanker dan berada di laut. Dengan demikian, pasokan yang sudah dalam perjalanan dapat segera dialihkan tanpa harus terhambat oleh sanksi.
"Izin ini akan membantu menstabilkan pasar minyak mentah fisik dan memastikan minyak mencapai negara-negara yang paling rentan terhadap krisis energi," kata Bessent. Ia menambahkan bahwa langkah ini juga bertujuan untuk mengurangi kemampuan China menimbun minyak dengan harga diskon, sembari mengarahkan pasokan yang ada ke pihak yang paling membutuhkan.
Penangguhan sanksi terhadap minyak Rusia sebenarnya sudah dimulai sejak Maret, kemudian diperpanjang pada April. Keputusan ini diambil di tengah kekacauan pasokan dari Teluk yang dipicu oleh penutupan Selat Hormuz. Jalur strategis itu lumpuh akibat konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
Sebelum konflik pecah, Selat Hormuz menjadi lintasan bagi sekitar seperlima dari total pasokan minyak dunia. Kini, aktivitas pelayaran di kawasan tersebut nyaris berhenti total, mendorong lonjakan tajam harga minyak dan berbagai produk turunannya di pasar global.
Artikel Terkait
Investor China dan Hong Kong Dilarang Ikut IPO SpaceX, Alihkan Buruan ke Saham Terkait
Ekonom: RI Tak Akan Ulangi Krisis 1998, Tantangan Kini Bergeser ke Daya Beli Kelas Menengah
Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax dan Pertamax Green 95 per 10 Juni 2026
The Super Mario Galaxy Movie Tembus Satu Miliar Dolar AS di Box Office Global