Perdebatan soal Tinggi Kursi Xi Jinping dan Trump di Beijing Viral, Warganet Berspekulasi soal Detail Diplomasi

- Senin, 18 Mei 2026 | 13:15 WIB
Perdebatan soal Tinggi Kursi Xi Jinping dan Trump di Beijing Viral, Warganet Berspekulasi soal Detail Diplomasi

Sebuah rekaman video yang memperlihatkan momen pertemuan antara Presiden China, Xi Jinping, dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, di Beijing, menjadi perbincangan hangat di jagat maya. Bukan isi pembicaraan yang menjadi sorotan, melainkan detail fisik yang tampak sepele: posisi duduk kedua pemimpin dunia tersebut. Warganet ramai memperdebatkan apakah kursi yang diduduki Xi Jinping sengaja dibuat lebih tinggi dari kursi Trump dalam pertemuan yang berlangsung pekan lalu itu.

Video yang beredar luas di berbagai platform media sosial, termasuk X, memicu spekulasi yang beragam. Sejumlah pengguna media sosial, seperti dikutip dari laporan The Economic Times pada Senin (18/5/2026), mempertanyakan apakah ada unsur kesengajaan di balik tata letak tempat duduk yang membuat Trump tampak lebih pendek. Dalam rekaman tersebut, Xi terlihat duduk di sofa yang posisinya sedikit lebih tinggi saat berhadapan dengan Trump.

Seorang pengguna media sosial X mengklaim bahwa sofa tersebut telah dirancang secara khusus. “Sofa itu pasti dibuat khusus. Sofa yang diduduki Xi Jinping jelas lebih tinggi daripada sofa yang diduduki Trump, sementara Trump itu 10 cm lebih tinggi dari Xi Jinping. CCP (Partai Komunis China) tidak ragu-ragu merencanakan detail ini,” tulisnya sambil menyertakan unggahan video yang dimaksud.

Di sisi lain, narasi berbeda justru muncul dari unggahan viral lainnya. Klaim tersebut menyebutkan bahwa Trump sendiri yang menolak bantal tambahan di kursinya. “Presiden China mengukurnya hingga sentimeter terkecil dengan meletakkan bantal kecil di kursi Trump agar mereka tampak memiliki tinggi yang sama. Trump memerintahkan bantal itu untuk disingkirkan... yang membuatnya tampak lebih pendek daripada Presiden China saat duduk,” demikian bunyi unggahan yang beredar.

Perdebatan ini menjadi sorotan di tengah kunjungan kenegaraan Trump selama tiga hari ke China atas undangan Xi Jinping. Kunjungan tersebut tercatat sebagai lawatan pertama seorang presiden Amerika Serikat yang masih menjabat ke China dalam kurun waktu sembilan tahun terakhir, atau hampir satu dekade. Momen yang seharusnya menjadi agenda diplomatik strategis itu kini justru dibayangi oleh perbincangan publik mengenai detail teknis tata ruang pertemuan.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar