Seorang ibu rumah tangga di Cianjur berhasil membalikkan keadaan setelah pandemi Covid-19 meruntuhkan usaha rias pengantin yang dirintisnya. Hikma Nurul Aulia, kini dikenal sebagai pengusaha salad di bawah merek Salad Umma, menemukan titik balik kesuksesan setelah mengakses Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank Rakyat Indonesia (BRI).
Perjalanan Hikma di dunia usaha dimulai sejak 2016 saat ia mengikuti suaminya pindah ke Jakarta dan memulai karier sebagai make up artist (MUA). Namun, ketika pandemi melanda pada 2020, hampir seluruh pesanan pernikahan batal. Ia terpaksa mengembalikan uang muka pelanggan, termasuk biaya sewa tenda, bunga, hingga katering yang sudah dibayarkan di muka. Kehilangan sumber penghasilan utama, Hikma bahkan menjual mobil pribadi untuk bertahan hidup.
Di tengah tekanan ekonomi, ia mengikuti program pelatihan prakerja dari pemerintah. Dari sana, ia melihat peluang bisnis makanan sehat yang dinilai memiliki prospek lebih kuat selama pandemi. Selain modalnya lebih ringan, usaha salad tidak memerlukan proses produksi rumit atau penggunaan kompor seperti usaha kuliner lainnya. Awalnya, pada 2020, ia memulai usaha dengan nama Umma’s Kitchen sebelum akhirnya fokus pada produk salad dan mengganti nama menjadi Salad Umma terinspirasi dari panggilan anaknya kepada dirinya, “Umma”.
“Awalnya jual berbagai makanan. Tapi di perjalanannya ada satu varian makanan yang sustain penjualannya dan malah omzetnya lebih banyak dari situ yaitu salad. Makanya kami lepas beberapa menu makanan,” tutur Hikma.
Setelah fokus menjual salad sayur, Hikma mulai mengembangkan produk dessert dan salad buah pada akhir 2022. Respons pasar melonjak tajam, terutama saat menu mango milkcheese dan mango sagu viral di kalangan pelanggan. “Ternyata salad buah malah responsnya lebih bagus lagi daripada saat salad sayur. Dari situ nama Salad Umma sudah mulai naik,” ujarnya.
Perkembangan usaha semakin pesat setelah Hikma bergabung dalam program pembinaan UMKM Jakarta Entrepreneur pada 2023. Dari program tersebut, ia memahami pentingnya sertifikasi halal untuk memperluas pasar. Setelah mengantongi sertifikat halal, pelanggan Salad Umma berkembang dari pembelian satuan menjadi pesanan massal dari kementerian dan instansi pemerintah.
Meski terus tumbuh, perjalanan Hikma tidak selalu mulus. Ia mengaku sempat berpindah dari satu bazar ke bazar lain menggunakan motor bersama suaminya, membawa produk, banner, dan perlengkapan jualan sendiri. Saat itu, ia belum memiliki booth dan hanya mengandalkan meja sederhana untuk berjualan. Pada 2024, ia mulai merancang pengembangan usaha lebih besar, termasuk pengurusan izin BPOM. Namun, rencana tersebut terkendala syarat dapur produksi yang harus terpisah dari dapur rumah tangga.
Momentum penting datang pada Mei 2025 saat Hikma memberanikan diri mendatangi kantor cabang BRI Tebet Barat untuk mencari informasi mengenai KUR. Sebagai nasabah aktif BRI, ia awalnya hanya ingin membandingkan skema pembiayaan yang tersedia. “Saya merasa usaha saya begini-begini saja. Lalu di situ mulai terpikir untuk mengajukan KUR ke BRI. Akhirnya cair tuh Rp100 juta, tenor 3 tahun, cicilan Rp3,8 juta per bulan,” ujar Hikma.
Proses pengajuan berjalan cepat setelah dilakukan survei usaha dan pengecekan kelayakan bisnis. Dana tersebut digunakan untuk mengubah carport rumah menjadi outlet usaha Salad Umma. Menurut Hikma, keunggulan KUR BRI bukan hanya terletak pada proses pencairan yang cepat dan mudah, tetapi juga pendampingan usaha setelah pembiayaan cair. Ia mendapatkan pelatihan rebranding, pemasaran digital, hingga pengembangan UMKM melalui program pembinaan BRI.
Kini Salad Umma memiliki puluhan varian salad buah dan dessert dengan pelanggan mulai dari pesanan pribadi hingga instansi besar. Dari usaha rumahan yang lahir saat pandemi, bisnis milik Hikma berkembang menjadi UMKM yang terus naik kelas berkat dukungan pembiayaan dan pendampingan KUR BRI.
Sementara itu, Mantri BRI Unit Tebet Barat Nicko Irawan mengonfirmasi bahwa Hikma merupakan nasabah BRI. Pendampingan usaha bermula saat Hikma datang ke kantor unit untuk mengembangkan bisnisnya. Pihak BRI kemudian melakukan survei lapangan guna memverifikasi kebutuhan sekaligus melihat potensi bisnis Salad Umma. Pengajuan pembiayaan tersebut disetujui dengan proses cepat dalam waktu dua hingga tiga hari.
“Salad Umma ini termasuk nasabah kami yang sangat bagus progresnya. Kami terus mendampingi perkembangan usaha ini dan salut dengan kemajuannya yang sangat pesat,” ungkap Nicko.
Artikel Terkait
Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax dan Pertamax Green 95 per 10 Juni 2026
The Super Mario Galaxy Movie Tembus Satu Miliar Dolar AS di Box Office Global
OJK: Program Penjaminan Polis Jadi Fondasi Baru Perlindungan Pemegang Polis
Joey Pelupessy Akui Duet dengan Ivar Jenner di Lini Tengah Timnas Indonesia Mulai Tumbuh