BMKG Pantau Badai Monsun di Teluk Benggala, Wilayah Aceh Berpotensi Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi

- Senin, 18 Mei 2026 | 06:25 WIB
BMKG Pantau Badai Monsun di Teluk Benggala, Wilayah Aceh Berpotensi Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa Indonesia bersama empat negara lain Thailand, India, Myanmar, dan Malaysia sedang memantau perkembangan badai Monsun di kawasan Teluk Benggala, India. Fenomena atmosfer ini diperkirakan akan berdampak langsung terhadap kondisi cuaca di sejumlah wilayah Indonesia, terutama di bagian barat dan utara Aceh.

“BMKG saat ini memang memantau dinamika Monsun di kawasan Asia, termasuk sistem tekanan rendah di Teluk Benggala. Dampaknya paling nyata berpotensi dirasakan di wilayah barat dan utara Aceh berupa hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi,” ujar Sekretaris Utama BMKG, Guswanto, dalam keterangan resminya.

Selain Indonesia, pemerintah Thailand, India, Myanmar, dan Malaysia juga telah mengeluarkan peringatan dini terkait sistem tekanan rendah yang berkembang menjadi badai Monsun di Teluk Benggala. Guswanto menjelaskan bahwa fenomena ini berpotensi memicu cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas tinggi, angin kencang berkecepatan 25 hingga 45 kilometer per jam, serta gelombang laut setinggi 2,5 hingga 4 meter. Kondisi tersebut juga meningkatkan risiko banjir bandang dan tanah longsor di daerah terdampak.

“Wilayah terdampak langsung adalah Kepulauan Andaman dan Nicobar, selatan Myanmar, Thailand bagian selatan-tengah, dan pesisir barat Aceh,” katanya.

Sementara itu, sebagian besar wilayah Indonesia saat ini lebih dipengaruhi oleh Monsun Australia serta aktivitas fenomena atmosfer tropis lainnya. “Saat ini, Monsun Australia menguat, membawa massa udara kering sehingga beberapa wilayah mulai memasuki peralihan ke musim kemarau. Namun, fenomena tropis seperti Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin, dan Rossby masih aktif dan dapat memicu hujan lokal,” jelas Guswanto.

BMKG kembali mengingatkan bahwa wilayah Aceh Barat dan Aceh Utara menjadi daerah yang paling berpotensi terdampak langsung oleh dinamika cuaca dari Teluk Benggala. “Nelayan diimbau tidak melaut karena gelombang bisa mencapai 4 meter,” pungkasnya.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar