Letusan Gunung Dukono di Maluku Utara kembali terjadi pada Minggu pagi, memuntahkan kolom abu vulkanik setinggi 3.200 meter di atas puncak. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat erupsi ini berlangsung pada pukul 06.49 WIT dengan durasi mencapai 79,17 detik.
Berdasarkan data seismogram, amplitudo maksimum yang terekam mencapai 27 milimeter. Kolom abu yang disemburkan terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal, condong ke arah barat laut. Kondisi ini menunjukkan bahwa sebaran material vulkanik bergantung pada arah dan kecepatan angin yang bertiup di sekitar kawasan tersebut.
Saat ini, Gunung Dukono masih berada pada Status Level II atau Waspada. PVMBG mengeluarkan rekomendasi tegas bagi masyarakat dan wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas, pendakian, atau mendekati Kawah Malupang Warirang dalam radius empat kilometer dari pusat erupsi.
PVMBG juga mengingatkan bahwa letusan dengan abu vulkanik secara periodik masih berpotensi terjadi. Akibatnya, area yang terdampak abu tidak menentu dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti arah angin.
"Maka direkomendasikan agar masyarakat di sekitar Gunung Dukono selalu menyediakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk digunakan saat dibutuhkan guna menghindari ancaman bahaya abu vulkanik terhadap sistem pernapasan," demikian imbauan resmi PVMBG.