Pria Palestina Tewas Ditembak di Kamp Jenin, Versi Palestina dan Israel Berbeda

- Minggu, 17 Mei 2026 | 00:20 WIB
Pria Palestina Tewas Ditembak di Kamp Jenin, Versi Palestina dan Israel Berbeda

Seorang pria Palestina tewas ditembak pasukan Israel di Kamp Pengungsi Jenin, Tepi Barat, dalam insiden yang memicu perbedaan keterangan antara otoritas kesehatan Palestina dan militer Israel. Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan korban bernama Nour al-Din Kamal Hassan Fayyad, 34 tahun, meninggal akibat luka tembak yang dideritanya di area kamp tersebut pada Sabtu, 16 Mei 2026.

Bulan Sabit Merah Palestina melaporkan bahwa tim medisnya di Jenin menerima seorang pria dalam kondisi kritis tanpa tanda-tanda pernapasan atau denyut nadi. Korban diketahui menderita luka tembak di bagian paha setelah insiden terjadi di dalam Kamp Jenin.

Di sisi lain, militer Israel memberikan versi yang berbeda. Dalam pernyataan resminya, pihak militer mengklaim bahwa pasukan mereka menembak korban karena pria tersebut berusaha menyusup ke area kamp yang sedang dalam status operasi militer. “Tentara IDF mengidentifikasi seorang tersangka yang mencoba menyusup ke daerah Kamp Jenin, tempat tentara beroperasi, dan masuk dilarang,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

Menurut militer Israel, pasukan telah melepaskan tembakan peringatan terlebih dahulu, namun korban terus mendekati area kamp. “Setelah tersangka menolak untuk mematuhi perintah dan terus berusaha mendekati area tersebut, para tentara menembak ke arahnya, mengakibatkan luka-lukanya,” lanjut pernyataan itu. Militer Israel menambahkan bahwa prajurit mereka sempat memberikan perawatan medis awal kepada korban sebelum menyerahkannya kepada tim Bulan Sabit Merah.

Insiden ini terjadi di tengah operasi militer besar-besaran yang dilancarkan Israel sejak Januari tahun lalu di sejumlah kamp pengungsi Palestina di utara Tepi Barat. Operasi tersebut, yang menargetkan Kamp Jenin dan Tulkarem, disebut oleh militer Israel sebagai upaya memberantas kelompok-kelompok bersenjata. Dampaknya, hampir 40.000 warga Palestina terpaksa mengungsi, menurut data Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA).

Militer Israel juga telah menutup akses ke Kamp Jenin, hanya mengizinkan warga pengungsi untuk mengakses rumah dan barang-barang mereka dalam jumlah yang sangat terbatas. Situasi ini memperparah kondisi kemanusiaan di wilayah yang telah lama menjadi titik panas konflik tersebut.

Sejak perang di Gaza pecah pada Oktober 2023, kekerasan hampir setiap hari juga mengguncang Tepi Barat, wilayah yang telah diduduki Israel sejak 1967. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Palestina yang dihimpun AFP, setidaknya 1.073 warga Palestina telah tewas akibat tembakan tentara atau pemukim Israel sejak saat itu, termasuk banyak militan. Sementara itu, angka resmi Israel mencatat sedikitnya 46 warga Israel tewas dalam serangan Palestina atau selama operasi militer Israel dalam periode yang sama.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar