Presiden Prabowo Subianto secara resmi membuka Museum dan Rumah Singgah Marsinah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu (16/5/2026). Dalam sambutannya, Kepala Negara menyatakan bahwa tragedi pembunuhan Marsinah yang memperjuangkan hak-hak buruh pabrik sejatinya tidak perlu terjadi.
“Sesungguhnya peristiwa Marsinah yang dibunuh secara keji karena memperjuangkan kaum buruh pabrik suatu perusahaan, sesungguhnya sama sekali tidak perlu terjadi,” ujar Prabowo dalam pidatonya.
Menurut Presiden, negara Indonesia didirikan di atas falsafah dasar Pancasila yang merupakan hasil pemikiran cemerlang para pendiri bangsa. Nilai-nilai luhur itu, lanjutnya, telah tertuang dalam Undang-Undang Dasar dan pembukaannya, serta menjadi konsensus kesepakatan bersama.
Prabowo kemudian menekankan kehebatan Pancasila sebagai pemersatu bangsa. Ia menuturkan bahwa ideologi tersebut mampu menyatukan seluruh rakyat Indonesia, bahkan menjadi kekuatan untuk mengusir penjajah.
“Kita bisa bersatu antara lain karena Pancasila, ratusan suku bangsa yang berbeda-beda bahasanya daerah berbeda-beda, agama berbeda-beda, ras berbeda-beda, kita bisa bersatu kita hadapi penjajah luar biasa, pemenang perang dunia ke-II Inggris kembali untuk membuka jalan Belanda untuk berkuasa kembali, kita hadapi,” ungkapnya.
Di hadapan para hadirin, Presiden juga mengingatkan bahwa bangsa ini pernah menghadapi berbagai upaya dari negara-negara besar yang hendak memecah belah Indonesia. “Kita hadapi Jepang kita hadapi berbagai usaha dari negara-negara besar untuk memecah Indonesia,” kata Prabowo.
Peresmian museum ini menjadi momentum untuk mengenang perjuangan Marsinah, seorang aktivis buruh yang tewas secara tragis pada 1993 silam. Kehadiran rumah singgah tersebut diharapkan dapat menjadi ruang edukasi bagi generasi muda tentang pentingnya nilai keadilan dan persatuan sesuai dengan jiwa Pancasila.
Artikel Terkait
Prabowo Minta Pindad Rancang Mobil Khusus agar Bisa Salami Warga Tanpa Turun
Ekonom Senior: Ketimpangan Wilayah dan Ketergantungan pada SDA Hambat Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Polisi Tangkap Remaja 17 Tahun Pembunuh Pelajar di Wajo Kurang dari 24 Jam
Prabowo Perintahkan Hukum Tetap Jalan Meski Pejabat Terperiksa Orang Dekat Presiden