Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan keyakinannya bahwa pemerintahannya masih dapat menguasai uranium yang diperkaya milik Iran. Ia meyakini material nuklir tersebut masih terkubur di bawah reruntuhan fasilitas nuklir bawah tanah Iran yang hancur akibat serangan militer AS pada Juni 2025.
Trump menegaskan bahwa Iran tidak boleh melanjutkan program pengayaan uranium dalam bentuk apa pun, termasuk untuk tujuan damai. Sikap tegas itu disampaikan dalam wawancara dengan Fox News yang dikutip pada Jumat (15/5/2026).
"Kita menjatuhkan bom, setiap bom itu jatuh… seluruh gunung runtuh di atas lokasi itu. Mereka menyaksikan pada awalnya, dan mereka mengatakan tidak mungkin siapa pun dapat mencapai debu nuklir itu, tapi saya lebih suka untuk mendapatkannya," ujar Trump.
"Saya sampaikan kepada mereka (Iran) bahwa jika mereka mengirim pasukan ke sana untuk berusaha (mengambil uranium), yang akan kami lakukan hanya mengebom beberapa kali, dan itu akan menjadi akhir dari semuanya," katanya.
Trump menegaskan bahwa AS terus memantau seluruh fasilitas nuklir Iran secara penuh waktu, terutama lokasi yang menjadi sasaran serangan pada 22 Juni 2025. Pemantauan itu dilakukan untuk memastikan tidak ada aktivitas pengambilan material nuklir oleh pihak Iran.
Artikel Terkait
Fadli Zon Dukung Penuh Partisipasi Indonesia di Festival Film Cannes 2026
Kebakaran di Samarinda Ilir Hanguskan Dua Rumah, Diduga Dipicu Pasien Baru Keluar RS Jiwa
Kebakaran di RSUD Dr Soetomo Surabaya, Satu Pasien Meninggal Bukan Akibat Api atau Asap
Menko Airlangga Tinjau Industri Alat Berat Belarus untuk Perkuat Ketahanan Pangan dan Industrialisasi RI