Fadli Zon Dukung Penuh Partisipasi Indonesia di Festival Film Cannes 2026

- Jumat, 15 Mei 2026 | 12:55 WIB
Fadli Zon Dukung Penuh Partisipasi Indonesia di Festival Film Cannes 2026

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menyatakan dukungan penuh kementeriannya terhadap partisipasi delegasi Indonesia dalam Festival Film Cannes 2026 di Prancis. Pernyataan itu disampaikan dalam rangkaian kunjungan kerja ke negara tersebut yang bertujuan memperkuat diplomasi budaya Indonesia melalui industri perfilman.

Menurut Fadli, kehadiran delegasi Indonesia di Cannes menandakan semakin besarnya perhatian dunia terhadap perkembangan perfilman nasional serta kapasitas sineas Indonesia dalam membangun kolaborasi global. “Kementerian Kebudayaan berkomitmen mendukung penguatan ekosistem perfilman Indonesia agar semakin kompetitif, inklusif, dan mampu menjadi bagian penting dari percaturan perfilman dunia,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (15/5/2026).

Salah satu langkah konkret yang terus diperkuat pemerintah, kata Fadli, adalah program Manajemen Talenta Nasional bidang film. Program ini diarahkan untuk mengembangkan kapasitas sineas muda, memperluas jejaring internasional, serta membuka akses kolaborasi dan pembiayaan bagi industri perfilman Indonesia.

Di sisi lain, Kementerian Kebudayaan juga memperkuat berbagai program pendukung perfilman melalui fasilitasi promosi internasional, pengembangan jejaring industri, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga penguatan ekosistem perfilman di daerah. “Kami ingin memastikan talenta-talenta perfilman Indonesia memiliki ruang tumbuh, kesempatan berjejaring, dan akses untuk tampil di panggung internasional,” tambah Fadli.

Fadli menegaskan bahwa perfilman merupakan instrumen penting diplomasi budaya yang mampu memperkenalkan identitas, nilai, serta keberagaman budaya Indonesia ke masyarakat dunia. Oleh karena itu, kementeriannya berkomitmen memperkuat ekosistem perfilman nasional dari hulu ke hilir, termasuk mendorong lahirnya lebih banyak karya berkualitas yang berakar pada kekayaan budaya Indonesia.

Partisipasi Indonesia di Cannes 2026 hadir melalui berbagai program bergengsi. Pada program Semaine de la Critique, Indonesia diwakili oleh empat film pendek dalam program Next Step Studio dengan keterlibatan Reza Rahadian, Khozy Rizal, Shelby Kho, dan Reza Fahri bersama rumah produksi KawanKawan Media.

Sementara itu, film Waterland produksi Jerman yang berkolaborasi dengan Indonesia turut melibatkan koproduser Indonesia, Anisa Adjam dan Bagus Suitrawan. Pada program Directors’ Fortnight, film 9 Temples to Heaven dari Thailand hadir sebagai proyek koproduksi dengan Indonesia melalui keterlibatan koproduser Giovani Rahmadeva dari Qun Film.

Dalam Short Film Corner, Indonesia berpartisipasi melalui proyek pitching Gentle Hands dalam program Focus Script - Cinéma de Demain yang dipresentasikan oleh produser Feisha Permanayadi dan sutradara Garry Christian. Kehadiran Indonesia juga diperkuat oleh Fransiska Prihadi dari Minikino yang dipercaya sebagai salah satu penentu keputusan di Short Film Corner, serta produser Fadhila Ristianty yang terpilih dalam program Rendezvous Industry sebagai producer in spotlight.

Di bidang film dokumenter, program Docs by the Sea menjadi salah satu host dalam Cannes Docs. Sutradara Kamila Andini juga menerima penghargaan dalam ajang Women in Cinema Gala yang diselenggarakan oleh Red Sea Foundation sebagai salah satu dari enam perempuan sineas terpilih yang mendapatkan penghormatan tahun ini.

Indonesia juga menandai penguatan kerja sama internasional melalui peluncuran Project SamaSama, sebuah program co-development antara Indonesia dan Belanda. Program ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan nota kesepahaman bilateral kedua negara di bidang kebudayaan. Sebanyak 10 produser Indonesia hadir dalam program tersebut, yang diharapkan membuka peluang kolaborasi produksi yang lebih luas di tingkat internasional.

Dalam kesempatan itu, Fadli Zon juga mengadakan pertemuan dengan Guillaume Esmiol untuk membahas kesiapan Indonesia sebagai Guest of Honor pada Festival Film Cannes tahun 2028. “Kami berharap kehadiran Indonesia di panggung perfilman dunia dapat mendorong semakin banyak sineas muda Indonesia untuk berani berkarya, membangun jejaring internasional, serta memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia melalui medium film kepada masyarakat dunia,” tutup Fadli.

Dengan mengusung narasi tentang keragaman budaya Indonesia yang sangat kaya atau mega-diversity, Fadli menambahkan bahwa pencalonan Indonesia sebagai Guest of Honor pada Festival Film Cannes 2028 akan menjadi upaya memperkuat ekosistem perfilman di seluruh daerah sekaligus sarana menarik investasi di bidang perfilman di Indonesia.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar