Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan pujian kepada Presiden China, Xi Jinping, di tengah kunjungan kerja pertamanya ke China dalam satu dekade terakhir. Pertemuan bilateral yang berlangsung di Beijing itu menjadi momentum penting bagi kedua negara untuk membahas hubungan perdagangan yang kerap diwarnai ketegangan, terutama di tengah potensi gesekan terkait isu Taiwan dan Iran.
Trump tiba di ibu kota China pada Rabu (13/5/2026) waktu setempat, setelah bertolak dari Washington DC sehari sebelumnya. Kunjungan ini sejatinya telah direncanakan sejak Maret lalu, namun tertunda akibat konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Israel dengan Irak. Kini, agenda utama sang presiden adalah meredakan perbedaan pandangan dengan Xi, khususnya menyangkut kebijakan terhadap Iran.
Dalam pernyataannya kepada wartawan sebelum meninggalkan Gedung Putih, Trump menyebut Xi sebagai sosok yang “relatif baik.” Ia juga menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak memerlukan bantuan dari pihak mana pun dalam menghadapi Iran. “Kita akan memenangkannya dengan satu atau lain cara. Kita akan memenangkannya secara damai atau sebaliknya,” ujarnya.
Di sisi lain, kunjungan ini juga dimanfaatkan untuk memperkuat kembali kerja sama ekonomi yang sempat goyah akibat kebijakan tarif dan sengketa teknologi. Meskipun optimisme masih terlihat dari retorika kedua pemimpin, isu-isu sensitif seperti status Taiwan dan ambisi nuklir Iran tetap menjadi batu sandungan yang memerlukan negosiasi lebih lanjut.
Artikel Terkait
DPR Dukung Rencana Prabowo Bentuk Satgas Deregulasi Perizinan Investasi
Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal I-2026 Tembus 5,61 Persen, Konsumsi Rumah Tangga Jadi Motor Utama
KAI Properti Buka Lowongan Petugas Penjaga Perlintasan, Pendaftaran hingga 18 Mei 2026
Universitas Tanjungpura Usut Mahasiswa yang Diduga Buat Konten Deepfake Vulgar dari Foto Teman Sekampus