Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau 61,9 juta penerima manfaat hingga 12 Mei 2026, atau setara dengan 74,8 persen dari total target nasional sebanyak 82,9 juta orang. Capaian ini disampaikan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, M. Qodari, dalam konferensi pers di Jakarta Pusat, Selasa (13/5/2026).
“Jumlah penerima manfaat yang terdata mencapai 61.991.412 orang,” ujar Qodari. Ia menambahkan, realisasi tersebut menunjukkan bahwa program prioritas nasional ini berjalan dalam skala besar dan menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat.
Di sisi lain, pemerintah juga mencatat perkembangan signifikan pada infrastruktur pendukung program. Qodari menyebutkan, jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang beroperasi telah mencapai 28.390 unit. Dari total tersebut, sebanyak 15.735 SPPG atau 55,42 persen di antaranya telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
“Dengan 15.735 SPPG atau 55,42 persen di antaranya telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi atau SLHS,” kata Qodari.
Menurut Qodari, penguatan tata kelola menjadi kunci utama agar program MBG dapat berjalan secara aman, konsisten, dan tepat sasaran. Pemerintah, lanjutnya, terus melakukan penyempurnaan dari hulu ke hilir, mulai dari perencanaan menu hingga pengawasan distribusi makanan.
“Penguatan dilakukan dari hulu ke hilir, mulai perencanaan dan standar menu, seleksi dan pengawasan mitra SPPG, SOP higienitas dan distribusi, mekanisme pelaporan dan penanganan insiden,” tegasnya.
Dengan capaian yang mendekati target, pemerintah berkomitmen menjaga agar program ini tetap dapat dipertanggungjawabkan dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Artikel Terkait
12 Anak di Kediri Jadi Korban Pencabulan Guru Ngaji, Polisi Buka Peluang Korban Bertambah
I.League Rilis Kalender Musim 2026/27, Super League Dimulai 4 September
Menteri PKP: Sebagian Rusun Subsidi Meikarta Bisa Diakadkan Tahun Ini
Duel Carok Dua Tetangga di Lumajang, Satu Tewas Satu Luka Berat