Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, melaporkan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (12/5), terkait langkah pemutakhiran data penerima bantuan sosial. Dalam pertemuan tersebut, ia menyampaikan tiga agenda strategis utama yang tengah dijalankan Kementerian Sosial, mulai dari pembaruan data penerima manfaat, penajaman sasaran bansos, hingga pengembangan program sekolah rakyat.
“Ya, saya mau melaporkan perkembangan pelaksanaan program strategis Presiden yang ada di Kementerian Sosial. Pertama, soal pemutakhiran data. Yang kedua soal bansos tepat sasaran, dan yang ketiga adalah soal sekolah rakyat,” ujar Gus Ipul kepada wartawan usai pertemuan.
Dalam laporannya, Gus Ipul mengungkapkan bahwa sebanyak 11 ribu penerima bansos telah dicoret pada triwulan pertama tahun 2026 karena terindikasi menggunakan dana bantuan untuk judi online. Angka tersebut menunjukkan penurunan signifikan jika dibandingkan dengan periode sebelumnya. Pada triwulan kedua, jumlah keluarga penerima manfaat yang dicoret bahkan menyusut drastis menjadi hanya 75 Kepala Keluarga.
“Untuk tahun 2026 ini ada 11.000 lebih yang kami coret di triwulan pertama dan untuk triwulan kedua itu ada 75 KPM yang kami coret,” tuturnya.
“Artinya apa? Artinya sudah ada penurunan secara drastis, pemanfaatan bantuan sosial untuk kepentingan judol,” sambungnya.
Proses seleksi dan pengawasan penerima bansos ini, menurut Gus Ipul, dilakukan dengan menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Kerja sama tersebut bertujuan untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan tidak disalahgunakan. Ia berharap ke depannya para penerima manfaat dapat menggunakan bantuan sesuai peruntukannya.
“Harapan kami jelas itu, tetapi kami tentu mengawasi dan sekaligus memberikan pendampingan lewat pendamping-pendamping yang kami punya di setiap daerah, bekerja sama dengan pemerintah daerah,” ucapnya.
Artikel Terkait
Prabowo: Puluhan Ribu Kapal Asing Curi Kekayaan Laut Indonesia Setiap Malam
J&T Express Rilis Laporan ESG 2025, Catat Penghematan Energi dan Perlindungan Hak Karyawan
Puan Maharani: Pembahasan RAPBN 2027 Momentum Penting di Tengah Ketidakpastian Global
Prabowo Singkap Sejarah Penjajahan di Sidang Paripurna, Ajak Bangsa Tak Lagi Rendah Diri