J&T Express Rilis Laporan ESG 2025, Catat Penghematan Energi dan Perlindungan Hak Karyawan

- Rabu, 20 Mei 2026 | 11:40 WIB
J&T Express Rilis Laporan ESG 2025, Catat Penghematan Energi dan Perlindungan Hak Karyawan

J&T Express secara resmi merilis Laporan Environmental, Social and Governance (ESG) untuk tahun 2025, sebuah dokumen yang memaparkan secara rinci pencapaian perusahaan dalam mengelola operasi cerdas, efisiensi energi, perlindungan hak karyawan, serta kontribusi sosial di tingkat global. Laporan ini menjadi penegasan atas komitmen perusahaan logistik tersebut untuk mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam seluruh jaringan distribusinya sambil tetap mendorong pertumbuhan yang berkualitas.

Chief Financial Officer J&T Express, Dylan Tey, menegaskan bahwa ESG bukan lagi sekadar wacana, melainkan telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas operasional perusahaan. Menurutnya, selama setahun terakhir, pihaknya secara konsisten mendorong transformasi menuju transportasi rendah karbon dan memperkuat tata kelola model kerja baru. Upaya ini mencakup pengembangan solusi logistik berkelanjutan serta penerapan mekanisme negosiasi algoritma yang disebutnya sebagai yang terdepan di industri.

“Ke depan, kami akan terus mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dan memperkuat tata kelola ESG serta transparansi, guna mendorong pertumbuhan berkelanjutan dan menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Dylan dalam keterangan tertulis pada Rabu (20/5/2026).

Dalam upaya mendorong operasi yang lebih ramah lingkungan, sepanjang tahun 2025 J&T Express menerapkan sistem logistik cerdas dan transformasi energi dengan memanfaatkan kecerdasan buatan serta data besar di seluruh rantai operasional. Strategi ini berdampak positif pada optimalisasi rute pengiriman, efisiensi proses penyortiran, dan penguatan layanan pengiriman tahap akhir. Perusahaan juga memperluas jaringannya secara global dengan membangun 14 kawasan logistik inti yang memiliki total luas mencapai 1,05 juta meter persegi. Infrastruktur ini diperkuat oleh penggunaan lebih dari 150.000 rol motor sinkron magnet permanen dan lebih dari 400 konveyor hemat energi.

Di sisi lain, inisiatif pengemasan ramah lingkungan juga diperluas. Sebanyak 38,27 juta kantong transit yang dapat digunakan kembali telah dipakai hingga 3,33 miliar kali. Sementara itu, di sektor transportasi rendah karbon, perusahaan terus mendorong penggunaan armada yang lebih hijau dan bertenaga listrik. Di China, jumlah truk berbahan bakar LNG mencapai 1.697 unit, atau sekitar 30 persen dari total armada. Filipina tercatat menggunakan 100 persen biodiesel B5, sedangkan Singapura telah mengoperasikan enam persen truk listrik. Hingga akhir tahun 2025, J&T Express juga telah mengoperasikan lebih dari 1.000 kendaraan otonom dan memperkuat pemanfaatan moda transportasi kereta api serta laut untuk meningkatkan efisiensi.

Dalam hal perlindungan karyawan dan pengembangan talenta, perusahaan memperkuat komitmennya untuk menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan setara. Di China, implementasi Platform Algorithm and Labor Rules Agreement 2025 menjadi tonggak penting yang mencakup lebih dari 290.000 pekerja. Kesepakatan ini menitikberatkan pada perlindungan upah, pengembangan karier, dan transparansi algoritma bagi pekerja di era ekonomi digital. Jumlah kursus pada platform pelatihan digital meningkat 60 persen sepanjang 2025, dengan total jam pelatihan tumbuh hingga 2,8 kali lipat. Lebih dari 27.000 sesi pelatihan keselamatan diselenggarakan secara global, menjangkau lebih dari 1,4 juta partisipan.

Di bidang tanggung jawab sosial, J&T Express memperkuat kontribusinya melalui berbagai inisiatif pemberdayaan masyarakat, pendidikan, dan bantuan pascabencana. Di Chongqing, China, perusahaan untuk pertama kalinya memanfaatkan drone untuk mendukung pengumpulan dan distribusi jeruk di wilayah pegunungan, dengan kapasitas angkut hingga 10 ton per hari. Langkah ini membantu menekan biaya tenaga kerja bagi petani setempat. Di Thailand, perusahaan bekerja sama dengan Department of Agricultural Extension untuk menghadirkan layanan logistik buah segar guna mendorong distribusi hasil pertanian yang lebih efisien.

Dalam penanganan bencana, J&T Express turut terlibat dalam berbagai upaya bantuan di sejumlah negara. Pasca kebakaran di Tai Po, Hong Kong, perusahaan segera menyalurkan donasi sebesar HK$10 juta serta mendistribusikan 300 paket kebutuhan pokok ke lokasi pengungsian. Sementara itu, dalam merespons banjir di Provinsi Aceh, Indonesia, J&T Express Indonesia mengerahkan penerbangan khusus untuk mengirimkan 13 ton bantuan ke wilayah terdampak. Dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-10, perusahaan juga membagikan makan gratis kepada lebih dari 26 ribu penerima di 26 titik di seluruh Indonesia serta mendistribusikan 1.000 paket sembako di Padang, Makassar, Surabaya, Pontianak, dan Jayapura.

Melalui Program J&T Antar Inspirasi, perusahaan memberikan apresiasi pendidikan kepada 10 siswa terpilih masing-masing senilai Rp100 juta, melatih lebih dari 40 guru di Sulawesi Tengah, serta menyalurkan lebih dari 600 buku bacaan dan pelatihan manajemen perpustakaan di SDN 02 Mola Utara, Wakatobi.

Dari sisi tata kelola dan kepatuhan global, J&T Express memperkuat pengawasannya melalui kombinasi pengawasan terpusat di tingkat grup dan implementasi di level anak perusahaan. Kerangka ini mencakup aspek anti-korupsi, persaingan sehat, kepatuhan rantai pasok, hingga perlindungan rahasia dagang sebagai fondasi operasional yang berkelanjutan. Sepanjang periode pelaporan, seluruh direksi dan manajemen senior telah mengikuti pelatihan anti pencucian uang, pencegahan pendanaan terorisme, dan anti-korupsi dengan tingkat partisipasi 100 persen. Di saat yang sama, pelatihan integritas juga menjangkau lebih dari 89.000 karyawan, dengan standar kepatuhan yang turut diperluas ke seluruh rantai pasok.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags