MC LCC Empat Pilar Minta Maaf Usai Ucapan ke Siswa SMAN 1 Pontianak Viral, MPR Nonaktifkan Juri dan MC

- Selasa, 12 Mei 2026 | 19:46 WIB
MC LCC Empat Pilar Minta Maaf Usai Ucapan ke Siswa SMAN 1 Pontianak Viral, MPR Nonaktifkan Juri dan MC

Seorang pembawa acara atau Master of Ceremony (MC) dalam ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat, Shindy Lutfiana, secara terbuka menyampaikan permintaan maaf atas pernyataannya yang dinilai kontroversial dan viral di media sosial. Pernyataan tersebut ditujukan kepada siswa SMAN 1 Pontianak yang menjadi peserta lomba, dan kini disesali oleh Shindy karena dinilai tidak pantas diucapkan dalam kapasitasnya sebagai MC.

“Dengan segala kerendahan hati, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas semua ucapan saya, terutama yaitu 'mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja' yang seharusnya tidak patut saya sampaikan dalam kapasitas saya sebagai MC pada kegiatan tersebut,” ujar Shindy dalam unggahan Instagramnya yang dilihat pada Selasa (12/5/2026). Ia mengakui bahwa pernyataan tersebut merupakan kekeliruan dan berharap tidak ada pihak yang merasa dirugikan.

Shindy menyadari sepenuhnya bahwa ucapannya telah menimbulkan kekecewaan dan ketidaknyamanan, bahkan melukai perasaan berbagai pihak. “Khususnya adik-adik peserta lomba, guru-guru pendamping dari SMA Negeri 1 Pontianak, serta seluruh masyarakat, terutama masyarakat Provinsi Kalimantan Barat yang mengikuti dan memberikan perhatian terhadap kegiatan ini,” katanya menambahkan. Peristiwa ini, menurut Shindy, menjadi pelajaran berharga untuk lebih berhati-hati, bijaksana, dan cermat dalam memilih diksi saat menjalankan tugas di ruang publik.

Sementara itu, permintaan maaf juga datang dari Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI terkait polemik yang sama. Melalui Sekretariat Jenderal MPR, lembaga tersebut menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian dewan juri yang memicu kontroversi dalam pelaksanaan LCC Empat Pilar di Kalimantan Barat. “MPR RI melalui Sekretariat Jenderal MPR RI menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian dewan juri yang menyebabkan polemik,” demikian pernyataan resmi MPR di akun Instagramnya, Selasa (12/5).

Sebagai langkah tegas, MPR telah menonaktifkan dewan juri dan MC yang bertugas dalam acara tersebut. “Terkait ramainya pemberitaan di media sosial tentang LCC Empat Pilar 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat, mengenai penilaian jawaban peserta pada salah satu sesi lomba, panitia pelaksana dari Sekretariat Jenderal MPR RI telah menonaktifkan dewan juri dan MC pada kegiatan LCC ini,” jelas pihak MPR. Mereka juga berencana melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek teknis pelaksanaan lomba, termasuk mekanisme penilaian, sistem verifikasi jawaban, dan tata kelola keberatan agar ke depan acara serupa dapat berlangsung lebih baik, transparan, dan akuntabel.

Di sisi lain, MPR mengapresiasi perhatian yang diberikan oleh peserta, guru, dan masyarakat terhadap kegiatan tersebut. Lembaga itu menegaskan bahwa kepercayaan publik menjadi prioritas utama dalam setiap penyelenggaraan acara. Polemik ini diharapkan menjadi momentum perbaikan demi menjaga kredibilitas dan kualitas pelaksanaan lomba di masa mendatang.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar