Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, menyempatkan diri mengunjungi Panti Asuhan LKSA Bayi dan Balita Jasmin Nabila Inayah di Padang, Sumatera Barat, pada Senin (11/5). Dalam kunjungan itu, ia menyerahkan bantuan tunai dan sembako guna menopang operasional panti yang merawat puluhan bayi serta balita terlantar.
Suasana haru menyelimuti pertemuan tersebut ketika Andre mendengarkan langsung cerita para pengurus panti tentang perjuangan mereka merawat bayi-bayi yang ditinggalkan orang tuanya. Bahkan, ia sempat menggendong seorang bayi berusia tiga minggu yang ditemukan di depan gerbang panti. “Ya Allah. Berat perjuangan di Sumatera Barat ini, banyak bayi dibuang di luar,” ujarnya dalam keterangan tertulis pada hari yang sama.
Andre kemudian memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp25 juta dan 10 paket sembako senilai Rp5 juta untuk memenuhi kebutuhan panti. “Begini uni Dewi, saya tidak bisa lama-lama. Saya beri uni Dewi dan panti Rp25 juta dulu untuk membantu. Nanti ada sembako juga 10 paket. Kalau ada masalah apa pun segera kabari Ibu Ida atau tim kami di Padang,” jelasnya.
Tak hanya itu, Andre berjanji akan kembali bersama istrinya pada awal Juni mendatang. Ia juga berencana menjadikan keluarganya sebagai donatur tetap panti. “Insya Allah tanggal 5 Juni saya bawa istri saya ke sini. Saya suruh istri saya dan anak saya, Azizah, jadi donatur tetap di sini. Biar nanti Azizah posting juga supaya banyak yang menyumbang ke panti Dewi,” sambungnya.
Sementara itu, salah satu pengurus panti, Dewi Melinda, mengungkapkan bahwa pada 2023 jumlah bayi terlantar yang masuk ke panti meningkat drastis. Bahkan, dalam satu bulan, pernah ada tiga bayi yang ditinggalkan sekaligus. “Tahun 2023 yang paling banyak, Pak. Bulan November saja ada tiga bayi yang ditinggal kabur,” ungkap Dewi. Menurutnya, beberapa bayi sengaja ditinggalkan secara diam-diam di depan pagar panti pada malam hari. “Ada yang memanjat pagar, ada yang menyelinap lewat tas,” lanjutnya.
Saat ini, panti hanya dibantu oleh empat perawat dan enam pengasuh. Dewi menyebut kebutuhan operasional panti mencapai sekitar Rp100 juta per bulan untuk biaya perawat, susu, pampers, hingga kebutuhan harian anak-anak. “Kalau perawat yang perempuan Rp200 ribu sehari, yang laki-laki Rp300 ribu sehari. Itu baru untuk perawat dan pengasuh saja,” kata Dewi.
Pihak panti pun menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan Andre. “Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Andre Rosiade yang telah datang ke panti ini dan memberikan bantuan. Semoga beliau sehat selalu, semakin banyak rezekinya, dan terus berguna bagi orang banyak,” ucap pengurus panti.
Panti Asuhan LKSA Bayi dan Balita Jasmin Nabila Inayah sendiri telah memiliki legalitas dengan Nomor AHU-0001910-AH.01.04 Tahun 2020 dan SIUP Nomor 0003/ILKS/DPMPTSP/2024. Yayasan ini juga membuka donasi bagi masyarakat yang ingin membantu melalui rekening BSI Syariah nomor 7293299816 atas nama LKS Anak Balita Jasmin Nabila.
Artikel Terkait
BRI Tegaskan Pengajuan KUR Hanya Lewat Petugas Resmi, Bukan Tautan Online
Real Madrid Resmi Rekrut Jose Mourinho sebagai Pelatih Baru, Teken Kontrak Dua Tahun
Pemerintah Siapkan Sistem Digital Terintegrasi untuk Perbaiki Penyaluran Bansos Tepat Sasaran
BYD M6 DM Diuji, Konsumsi Bensin Cuma Rp2.400 untuk 150 Kilometer Tanpa AC