Pemerintah Percepat Rehabilitasi 42.702 Hektare Sawah Terdampak Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

- Senin, 11 Mei 2026 | 21:15 WIB
Pemerintah Percepat Rehabilitasi 42.702 Hektare Sawah Terdampak Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Pemerintah terus mempercepat pemulihan lahan pertanian yang terdampak bencana hidrometeorologi di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, dengan ribuan hektare sawah mulai kembali ditanami dan menunjukkan progres signifikan, terutama di Sumatra Barat yang mencapai 98 persen.

Juru Bicara Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatra, Amran, menyatakan bahwa rehabilitasi sawah menjadi prioritas utama pemerintah karena berkaitan langsung dengan keberlangsungan ekonomi masyarakat. Menurutnya, pemulihan lahan terdampak terus didorong untuk memperkuat ketahanan pangan.

“Pemerintah juga telah menyalurkan bantuan dan transfer ke daerah di tiga provinsi terdampak,” ujar Amran di Jakarta, Senin, 11 Mei 2026.

Amran menambahkan, percepatan rehabilitasi sawah tidak hanya bertujuan mengembalikan fungsi lahan agar kembali produktif, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana, khususnya keluarga petani yang menggantungkan penghidupan dari sektor pertanian.

Berdasarkan data Kementerian Pertanian hingga 7 Mei 2026, total target pemulihan sawah terdampak di tiga provinsi mencapai 42.702 hektare dengan dukungan anggaran sebesar Rp337,97 miliar. Dari total tersebut, 16.670 hektare lahan telah memasuki tahap konstruksi pemulihan. Sementara itu, 4.098 hektare sawah telah selesai direhabilitasi, 2.212 hektare kembali diolah oleh petani, dan 2.110 hektare sudah mulai ditanami kembali.

Perkembangan paling signifikan terlihat di Provinsi Sumatra Barat. Dari target pemulihan seluas 3.902 hektare, 3.809 hektare atau sekitar 98 persen telah memasuki tahap konstruksi. Sebanyak 2.583 hektare di antaranya selesai direhabilitasi dan lebih dari 2.100 hektare sawah kembali ditanami oleh petani.

Di Sumatra Utara, rehabilitasi sawah seluas 5.201 hektare juga telah memasuki tahap konstruksi pemulihan. Sementara itu, Aceh menjadi wilayah dengan lahan sawah terdampak terbesar dibanding dua provinsi lainnya, yakni mencapai 31.464 hektare. Proses pemulihan di sejumlah wilayah, seperti Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, dan Pidie Jaya terus dipercepat melalui pengerjaan saluran irigasi, pembentukan kembali petak sawah, hingga pengolahan lahan.

Pemerintah berharap percepatan rehabilitasi tersebut dapat segera mengembalikan aktivitas pertanian masyarakat, sehingga roda perekonomian warga terdampak bencana dapat kembali bergerak secara bertahap.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar