IHSG Ditutup Melemah di Tengah Lonjakan Saham Sektor Kesehatan

- Senin, 11 Mei 2026 | 17:00 WIB
IHSG Ditutup Melemah di Tengah Lonjakan Saham Sektor Kesehatan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Senin, 11 Mei 2026, meskipun sejumlah saham mencatatkan penguatan signifikan. Indeks berakhir di level 6.905, turun 0,92 persen atau 63,78 poin, dengan nilai transaksi di pasar reguler mencapai Rp18,02 triliun.

Puncak daftar saham dengan kenaikan tertinggi atau top gainer hari itu ditempati oleh PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) yang melonjak 34,67 persen ke harga Rp202 per unit. Di posisi kedua, PT Dafam Property Indonesia Tbk (DFAM) menguat 34,62 persen menjadi Rp140 per saham. Sementara itu, posisi ketiga diraih PT UBC Medical Indonesia Tbk (LABS) yang naik 34,16 persen ke level Rp216 per saham.

Pada urutan keempat, PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) mencatatkan kenaikan 20 persen dan ditutup di harga Rp9.000 per saham. Adapun posisi kelima ditempati PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS) yang menguat 17,95 persen menjadi Rp138 per unit. Saham-saham lain yang masuk dalam jajaran top gainer meliputi PT Siantar Top Tbk (STTP) dengan kenaikan 15,72 persen, PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) naik 14,41 persen, PT Kimia Farma Tbk (KAEF) menguat 12,60 persen, PT Maja Agung Latexindo Tbk (SURI) naik 11,90 persen, dan PT Megapower Makmur Tbk (MPOW) yang tumbuh 11,49 persen.

Menariknya, sektor kesehatan mendominasi daftar top gainer pada hari itu. Tiga emiten dari industri ini yakni LABS, MEDS, dan KAEF berhasil masuk dalam sepuluh besar saham dengan penguatan tertinggi. Fenomena ini menunjukkan minat investor yang cukup besar terhadap saham-saham di sektor kesehatan pada sesi perdagangan tersebut.

Di sisi lain, sejumlah saham justru terpuruk dan masuk dalam kategori top loser. Sepuluh saham dengan penurunan terdalam antara lain NIKL, ASPR, SHIP, TALF, TIRA, OMED, DSSA, MGNA, ELPI, dan CTBN. Kesepuluh saham tersebut ditutup melemah dalam rentang 9,65 persen hingga 15 persen.

Sementara itu, dari sisi nilai transaksi, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) memimpin daftar top value dengan total perdagangan mencapai Rp1,81 triliun. Disusul oleh PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang mencatatkan transaksi senilai Rp849 miliar. Posisi ketiga ditempati PT Timah Tbk (TINS) dengan nilai Rp820 miliar, diikuti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp779 miliar, dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dengan transaksi Rp697 miliar. Dari kelima saham tersebut, hanya TINS yang berhasil menutup perdagangan dengan kenaikan harga.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar