Pencanangan HUT ke-499 Jakarta: Pemprov Dorong Pemilahan Sampah dan Penataan Koridor Rasuna Said

- Senin, 11 Mei 2026 | 14:25 WIB
Pencanangan HUT ke-499 Jakarta: Pemprov Dorong Pemilahan Sampah dan Penataan Koridor Rasuna Said

Rangkaian Pencanangan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta digelar selama dua hari, 9 hingga 10 Mei, di kawasan H.R. Rasuna Said, tidak hanya menyuguhkan hiburan bagi warga, tetapi juga menyematkan pesan mendalam tentang penataan kota dan gerakan pelestarian lingkungan. Pada hari pertama, ruas jalan tersebut berubah menjadi panggung terbuka yang dimeriahkan penampilan musisi dan kelompok seni, mulai dari nuansa budaya Betawi hingga musik modern. Sementara itu, pemerintah provinsi memanfaatkan momen ini untuk menyosialisasikan gerakan pemilahan sampah yang tengah digencarkan di ibu kota, menjadikannya salah satu pesan utama dalam menyambut usia lima abad Jakarta.

Pemilihan kawasan H.R. Rasuna Said bukanlah tanpa pertimbangan. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, sebelumnya menegaskan bahwa koridor ini merepresentasikan wajah baru Jakarta sebagai kota global karena memiliki fungsi strategis sebagai pusat bisnis, diplomasi, dan ruang publik modern. Penataan kawasan tersebut, menurutnya, menjadi bagian integral dari upaya menciptakan ruang kota yang lebih ramah pejalan kaki, terintegrasi, dan berkelanjutan.

“Koridor H.R. Rasuna Said merepresentasikan wajah baru Jakarta sebagai kota global. Penataan kawasan ini menjadi bagian penting dalam menciptakan ruang kota yang lebih terintegrasi, nyaman bagi pejalan kaki, dan mendukung mobilitas berkelanjutan,” ujar Pramono dalam siaran pers yang diterima.

Sejak April 2026, pemandangan tiang-tiang beton monorel di sepanjang median Jalan Rasuna Said resmi menghilang. Pembongkaran yang dimulai sejak Januari 2026 itu telah rampung dan menyisakan ruang terbuka di tengah jalan. Ruang tersebut kini difungsikan kembali sebagai lajur lalu lintas tambahan, membuat kawasan Kuningan terlihat lebih luas, rapi, dan tertata.

Pada hari kedua, rangkaian acara diawali dengan olahraga bersama berupa senam, kemudian berlanjut ke agenda seremonial yang diisi sambutan Gubernur DKI Jakarta, Menteri Lingkungan Hidup, dan Menteri Koordinator Bidang Pangan. Dalam momen tersebut, dilakukan penyerahan dokumen peta jalan menuju penghentian praktik pembuangan terbuka di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Bantargebang. Dokumen itu diserahkan Gubernur DKI Jakarta kepada Menteri Lingkungan Hidup RI sebagai bagian dari target agar TPST Bantargebang hanya menerima residu mulai 1 Agustus 2026.

Acara juga diisi prosesi Deklarasi Jaga Jakarta Bersih, Pilah Sampah oleh para pegiat lingkungan hidup yang dipimpin Jerhemy Owen. Setelah itu, seremoni Pencanangan HUT ke-499 Kota Jakarta dilakukan dengan menaruh totem angka “9” ke angka “49” oleh Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta bersama para menteri.

Salah satu pesan utama dalam pencanangan ini adalah gerakan pemilahan sampah. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai mendorong warga untuk memilah sampah menjadi empat kategori, yakni organik, anorganik, bahan berbahaya dan beracun, serta residu. Pramono mengatakan gerakan ini perlu dilakukan dengan serius agar persoalan sampah di Jakarta dapat diselesaikan secara bertahap.

“Maka hari ini sesuai dengan instruksi Gubernur, kita akan mengadakan gerakan untuk pilah sampah. Saya meyakini dalam arahan dan juga kepemimpinan Bapak Menteri Lingkungan Hidup, mudah-mudahan persoalan pilah sampah ini bersama dengan Pak Menko Pangan, kita lakukan dengan sungguh-sungguh dan serius menjadi gerakan baru bagi Jakarta untuk memilah sampah ini,” kata Pramono dalam sambutannya di acara Pencanangan HUT ke-499 DKI, Minggu (10/5/2026).

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, turut memberikan apresiasi terhadap gerakan pemilahan sampah yang dipelopori Pramono. Ia menilai pemilahan sampah menjadi salah satu persoalan utama yang harus ditangani dari sumbernya.

“Saya senang sekali, saya apresiasi memberikan penghormatan yang tinggi ini, karena dipelopori oleh Gubernur Jakarta yaitu Pilah Sampah. Itu problem pokok kita. Problem utama kita,” ucap Menko dalam sambutannya.

Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat, juga mendukung langkah Pemprov DKI Jakarta. Menurutnya, gerakan tersebut menjadi tonggak penting dalam menjaga kebersihan dan kualitas hidup warga Jakarta. “Ini menjadi tonggak sejarah baru bagi Jakarta dalam menjaga kebersihan dan kualitas hidup warganya. Memang, Jakarta harus paling depan dalam memberikan contoh. Setelah dilantik oleh Presiden, kami sekarang sedang mempersiapkan roadmap pengelolaan sampah agar dalam dua tahun persoalan ini selesai di seluruh Indonesia,” ujar Jumhur.

Jumhur menyebut Jakarta menghasilkan sekitar 8 ribu ton sampah per hari. Sementara secara nasional, jumlah sampah mencapai sekitar 141 ribu ton per hari, dengan 75 persen di antaranya belum terolah dengan baik. Ia menekankan bahwa gerakan pemilahan sampah perlu didukung fasilitas yang memadai. “Namun, ini penting bagi pemerintah daerah di seluruh Indonesia. Ketika masyarakat mau memilah sampah, kadang-kadang fasilitasnya belum tersedia di tempat-tempat pembuangan sampah. Karena itu, para bupati, gubernur, camat, hingga lurah harus memastikan gerakan pilah sampah bertemu dengan kebijakan penyediaan fasilitas yang memadai. Dengan begitu, pemilahan sampah dapat berjalan secara sempurna,” tutup Jumhur.

Di luar agenda seremonial, pencanangan HUT ke-499 Jakarta juga diisi berbagai hiburan. Pada hari kedua, acara menghadirkan sesi diskusi bertema “Menuju 5 Abad”, penampilan Lenong Betawi, hingga musik dari Ardhito Pramono. Rangkaian acara pada sesi sore hingga malam juga diramaikan penampilan musik lintas genre dari Orkes Trotoar, Kinder Garten, Defodio, Souljah, dan Pasming Based.

Sejumlah kegiatan sampingan turut hadir untuk warga, seperti pendaftaran Kartu Layanan Gratis Transjakarta bagi lansia, penyandang disabilitas, dan kategori khusus lainnya. Warga yang ingin mendaftar perlu menyiapkan e-KTP DKI, kartu keluarga, dan pas foto. Ada pula instalasi visual kolaboratif bertajuk Rekam Jejak Jakarta yang menampilkan arsip berita dan foto ikonik dari media nasional serta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DKI Jakarta, merekam perjalanan ibu kota dari masa ke masa.

Melalui rangkaian kegiatan ini, Pemprov DKI Jakarta membawa pesan bahwa perayaan HUT Jakarta bukan sekadar hiburan. Momentum menuju lima abad juga menjadi ajakan untuk menata kota, menjaga lingkungan, dan memperkuat kolaborasi menuju Jakarta sebagai kota global.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags