Keputusan kontroversial yang menganulir gol West Ham United ke gawang Arsenal terus menjadi perbincangan panas di Premier League, namun mantan wasit Liga Inggris, Mark Halsey, justru menilai langkah tersebut sudah tepat. Insiden dramatis itu terjadi di London Stadium saat laga Arsenal melawan West Ham, ketika Callum Wilson sempat mencetak gol penyeimbang di detik-detik akhir pertandingan setelah bola dipastikan melewati garis gawang melalui teknologi goal-line.
Namun, kegembiraan tim tamu sirna setelah pemeriksaan VAR yang berlangsung lebih dari dua setengah menit. Wasit Chris Kavanagh bahkan meninjau tayangan ulang sebanyak 17 kali sebelum akhirnya mengambil keputusan final. VAR menyatakan bahwa penyerang West Ham, Pablo, melakukan pelanggaran terhadap kiper Arsenal, David Raya, sehingga gol tersebut dianulir. Keputusan ini membuat Arsenal tetap menjaga posisi penting dalam persaingan gelar juara Premier League.
Mark Halsey, yang telah menjadi wasit Premier League selama 12 tahun, angkat bicara mengenai polemik tersebut. Dalam wawancara dengan SunSport, ia menegaskan bahwa tim wasit telah mengambil keputusan yang benar. “Kami punya masalah besar musim ini, termasuk inkonsistensi dari para ofisial ketika melihat pelanggaran saling tarik dan dorong di area penalti,” ujar Halsey.
Ia menjelaskan bahwa situasi sepak pojok West Ham memang berlangsung kacau karena banyak pemain terlibat kontak fisik di kotak penalti Arsenal. “Sesuatu harus terjadi, kita harus menghentikan ini. Kita semua tahu dalam situasi seperti itu ketika gol tercipta maka akan diperiksa sesuai protokol. Dalam situasi ini, West Ham sudah mengerahkan segalanya demi mencari gol penyeimbang, dan ketika bola datang dari sepak pojok, semuanya terjadi di area penalti. Ada sekitar 10, 11, 12 pelanggaran,” katanya.
Halsey juga menyoroti pelanggaran paling jelas yang dilakukan Pablo terhadap David Raya. Selain itu, ia melihat Jean-Clair Todibo ikut menarik jersey sang kiper hingga mengganggu pergerakannya. “Tetapi Anda melihatnya dan menghukum pelanggaran yang paling terlihat. Ketika Anda melihat tayangannya, terlihat jelas Pablo menghalangi David Raya. Sangat jelas terlihat. Bukan cuma itu, Anda juga bisa melihat Jean-Clair Todibo memegang jersey Raya dan menariknya ke bawah,” ucap Halsey.
Ia memahami sulitnya Chris Kavanagh melihat seluruh kejadian tersebut secara langsung di lapangan. Karena itu, Halsey menilai keberadaan VAR memang sangat penting untuk membantu pengambilan keputusan dalam momen krusial.
Sementara itu, keputusan tersebut memberi dampak besar bagi kedua tim. West Ham kini masih terpaut satu poin dari zona aman dengan waktu kompetisi yang semakin menipis. The Hammers masih harus menghadapi Newcastle United di St James’ Park sebelum menutup musim melawan Leeds United. Meski mampu memenangkan dua laga tersisa, mereka tetap bergantung pada hasil Tottenham Hotspur dalam tiga pertandingan terakhir.
Di sisi lain, Arsenal semakin dekat menuju gelar Premier League. The Gunners kini unggul lima poin atas Manchester City yang sebelumnya gagal menang usai bermain imbang 3-3 melawan Everton. Arsenal juga berpeluang mencetak sejarah musim ini. Selain menjaga peluang juara Liga Inggris, tim asuhan Mikel Arteta akan menghadapi Paris Saint-Germain pada final Liga Champions 30 Mei mendatang, kompetisi yang belum pernah mereka menangkan sepanjang sejarah klub.
Artikel Terkait
Menteri Keuangan dan ESDM Beda Sikap soal Royalti Tambang dan Bea Keluar Nikel-Batu Bara
Polres Kuansing dan Pemda Resmikan Desa Jake sebagai Kampung Tangguh Anti Narkoba
Indonesia Tawarkan Diri Jadi Pusat Penyimpanan Minyak ASEAN
Menteri Keuangan Pastikan Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Tidak Tambah Defisit APBN