Pelatih Persija Kritik Keras Wasit Usai Kalah dari Persib di El Clasico

- Senin, 11 Mei 2026 | 11:30 WIB
Pelatih Persija Kritik Keras Wasit Usai Kalah dari Persib di El Clasico

Kekecewaan mendalam masih menyelimuti kubu Persija Jakarta usai takluk dari Persib Bandung dalam laga bertajuk El Clasico Indonesia, Minggu (10/5/2026) di Stadion Segiri, Samarinda. Pelatih Macan Kemayoran, Mauricio Souza, secara terbuka melontarkan kritik pedas terhadap kepemimpinan wasit asal Uzbekistan, Firdavs Norsafarov, yang dinilainya banyak merugikan timnya sepanjang pertandingan.

Pada pekan ke-32 Super League 2025/2026, Persija harus mengakui keunggulan rival abadinya dengan skor 1-2. Hasil ini terasa semakin pahit karena tim ibu kota sempat tampil dominan dan unggul lebih dulu sebelum akhirnya kehilangan kendali permainan. Gol pembuka Persija dicetak oleh Alaeddine Ajaraie pada menit ke-19, namun Persib berhasil membalikkan keadaan melalui dua gol Adam Alis yang tercipta pada menit ke-28 dan 37.

Kekalahan ini praktis menutup peluang Persija dalam perebutan gelar juara musim ini. Pertandingan berlangsung keras sejak awal, ditandai dengan sejumlah tekel berbahaya. Salah satu insiden yang menjadi sorotan adalah pelanggaran yang dilakukan pemain Persib, Luciano Guaycochea, terhadap Rayhan Hannan. Dalam tayangan ulang, Guaycochea terlihat menginjak kaki Hannan, namun wasit hanya mengeluarkan kartu kuning keputusan yang langsung memicu protes keras dari kubu Persija.

Souza menilai pelanggaran tersebut seharusnya berbuah kartu merah langsung. Ia juga mempertanyakan mengapa teknologi Video Assistant Referee (VAR) tidak meminta wasit melakukan peninjauan ulang terhadap insiden itu.

“Tidak puas. Tekel terhadap Hannan itu seharusnya kartu merah langsung, bahkan tidak perlu VAR. Tapi VAR pun tidak memanggil wasit untuk melihatnya. Saya sudah tidak tahu lagi berapa kali kami dirugikan dalam kompetisi ini,” ujar Souza dalam konferensi pers usai laga.

Pelatih asal Brasil itu mengaku frustrasi karena menurutnya Persija telah beberapa kali menjadi korban keputusan kontroversial sepanjang musim. Ia juga menyoroti pelanggaran yang dialami Allano Lima di area pertahanan Persib. Menurut Souza, pemain asal Brasil tersebut mengalami tarikan dan injakan di dekat kotak penalti, tetapi wasit kembali tidak memberikan hukuman tegas.

“Lalu Alan (Allano) mengalami pelanggaran jelas di depan kotak penalti, dia ditarik dan dipegang. Setelah itu dia juga diinjak, tetapi tidak ada apa-apa yang terjadi,” sambung Souza.

Mantan pelatih Madura United itu menegaskan bahwa kualitas kepemimpinan wasit di kompetisi Indonesia perlu mendapat evaluasi menyeluruh. “Yang harus dilihat adalah sudah berapa kali Persija dirugikan dalam kompetisi ini. Dan sekarang, sekali lagi kami dirugikan. Di babak pertama, Persija mendapat dua kartu kuning, sementara Bandung tidak mendapat satu pun kartu kuning,” tuturnya.

“Kalau pelanggaran terhadap Hanan, yang bahkan membuatnya harus keluar dari pertandingan, tidak dianggap kartu merah, maka saya sudah tidak tahu lagi apa itu sepak bola. Sekarang semuanya memang harus dievaluasi,” tambah Souza.

Di sisi lain, kekalahan dalam laga El Clasico Indonesia berdampak besar terhadap posisi Persija di klasemen sementara. Macan Kemayoran kini mengoleksi 65 poin dan semakin sulit mengejar Persib maupun Borneo FC yang masih bersaing di papan atas. Persib untuk sementara memimpin klasemen dengan 75 poin, sementara Borneo FC berada di posisi kedua dengan selisih tiga angka dan masih memiliki satu pertandingan pekan ke-32 melawan Bali United. Jika Pesut Etam berhasil meraih kemenangan, persaingan menuju tangga juara dipastikan semakin sengit hingga pekan-pekan terakhir kompetisi.

Kekalahan ini memperpanjang tekanan terhadap Persija yang sebelumnya sempat digadang-gadang menjadi kandidat kuat juara musim ini. Kini, fokus tim ibu kota diperkirakan akan beralih untuk mengamankan posisi terbaik di klasemen akhir sambil melakukan evaluasi besar menghadapi musim depan.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar