Tekanan di San Siro mencapai titik didih. AC Milan harus menelan kekalahan dramatis 2-3 dari Atalanta dalam laga yang berlangsung Senin dini hari WIB, membuat posisi mereka dalam perebutan tiket Liga Champions semakin terancam. Pelatih Massimiliano Allegri pun menyerukan timnya untuk berhenti saling menyalahkan dan sepenuhnya fokus menghadapi laga penentuan melawan Genoa.
Ketegangan sudah terasa sejak sebelum pertandingan dimulai. Kelompok suporter keras Milan, ultras, melancarkan protes terbuka kepada CEO Giorgio Furlani dan sejumlah petinggi klub. Suasana yang panas itu kian membara ketika Atalanta berhasil mencetak tiga gol sebelum laga genap berusia satu jam. Sebagian besar pendukung memilih meninggalkan tribun lebih awal, meninggalkan stadion dalam keheningan yang mencekam.
Atalanta tampil garang melalui gol-gol yang dicetak Ederson, Davide Zappacosta, dan Giacomo Raspadori. Milan sempat tertidur dan baru bangun di menit-menit akhir. Sundulan Strahinja Pavlovic pada menit ke-88 dan gol penalti Christopher Nkunku pada menit ke-94 membangkitkan secercah harapan. Namun, harapan itu pupus setelah sundulan Matteo Gabbia hanya meleset tipis di detik-detik terakhir.
Allegri menegaskan bahwa masa lalu tak bisa diubah. “Tidak ada gunanya membicarakan apa yang sudah terjadi sejauh ini, karena kami tidak bisa mengubahnya,” ujarnya kepada DAZN Italia.
“Yang bisa kami lakukan hanyalah bekerja dengan baik dalam sepekan ke depan dan siap menghadapi Genoa dalam pertandingan yang akan menentukan tiket Liga Champions kami,” sambungnya.
Pelatih asal Italia itu mengakui timnya sempat tampil baik pada sepuluh menit awal, tetapi langsung kehilangan kendali setelah kebobolan gol pertama. Meski demikian, ia tetap menyoroti sisi positif dari kebangkitan di akhir laga. “Di babak kedua, saat tertinggal 0-3, ada reaksi kuat. Setidaknya kami kembali mencetak gol. Saya sadar ini mungkin terdengar aneh, tetapi itu pertanda bagus,” katanya.
Dua gol balasan itu sekaligus mengakhiri paceklik gol Milan di kandang yang berlangsung lebih dari 300 menit, sejak kemenangan 3-2 atas Torino pada Maret lalu. Kekalahan ini membuat Milan masih tertahan di posisi keempat klasemen dengan 67 poin, sama dengan Roma. Mereka hanya terpaut satu angka dari Juventus dan unggul dua poin atas Como yang berada di peringkat keenam.
Menjelang laga melawan Genoa, situasi Milan kian pelik. Rafael Leao, Alexis Saelemaekers, dan Pervis Estupinan dipastikan absen akibat akumulasi kartu. Davide Bartesaghi juga mengalami cedera, sementara Christian Pulisic sebelumnya mundur karena masalah otot. Leao menjadi sorotan setelah membuang sejumlah peluang dan mendapat cemoohan saat ditarik keluar. Namun, Allegri menolak menjadikannya kambing hitam.
“Saya rasa saat ini bukan masalah Leao, Fullkrug, Nkunku, Gabbia, Maignan, atau siapa pun. Ini masalah tim. Rafa memiliki peluang malam ini dan dia akan terkena skorsing pekan depan, jadi kami harus fokus mempersiapkan pertandingan melawan Genoa,” tuturnya.
Kondisi Milan memang sedang berada dalam tren negatif. Setelah sempat menghidupkan persaingan Scudetto usai mengalahkan Inter Milan di Derby della Madonnina, performa mereka justru anjlok. Dari delapan pertandingan terakhir, hanya tujuh poin yang berhasil dikumpulkan.
Allegri mengaku menjadi pihak pertama yang bertanggung jawab atas hasil buruk ini. Di tengah tekanan besar dari suporter, ia meminta tim tetap bersatu. “Ketika hasil buruk datang, saya orang pertama yang bertanggung jawab karena saya pelatihnya. Para pemain selalu memberikan segalanya. Kami tidak boleh mencari kambing hitam sekarang, tetapi fokus pada bagaimana kami meraih banyak kemenangan musim ini dan harus mendapatkan dua kemenangan lagi,” ucapnya.
Milan masih menyisakan dua laga penting musim ini, yakni tandang ke markas Genoa dan menjamu Cagliari di San Siro. Dua pertandingan tersebut akan menentukan nasib Rossoneri dalam perburuan tiket Liga Champions musim depan.
Artikel Terkait
Pemkot Makassar Tanggung Penuh Biaya Perawatan Korban Begal di RSUD Daya Lewat Jamkesda
Wamendagri Sebut 11 Kali OTT Kepala Daerah Jadi Alarm Lemahnya Integritas
Pengendara Motor di Depok Jadi Tersangka Usai Halangi Ambulans, Ini Aturan Hukumnya
KPK Periksa Plt Wali Kota Madiun sebagai Saksi Kasus Dugaan Pemerasan Dana CSR