Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali melakukan rotasi dan mutasi besar-besaran pada bulan Mei 2026. Sebanyak 108 perwira tinggi (pati) dan perwira menengah (pamen) dimutasi untuk mengisi sejumlah posisi strategis, termasuk kepala kepolisian daerah (kapolda) dan pejabat utama di Markas Besar (Mabes) Polri.
Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Johnny Eddizon Isir, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari pembinaan karier dan penguatan organisasi. Menurutnya, mutasi dan rotasi adalah proses alamiah yang bertujuan menyegarkan organisasi serta meningkatkan profesionalisme personel.
“Mutasi dan rotasi jabatan merupakan hal yang alamiah dalam organisasi Polri. Ini menjadi bagian dari pembinaan karir, penyegaran organisasi, serta upaya meningkatkan profesionalisme personel dalam menghadapi tantangan tugas yang semakin dinamis,” ujar Johnny dalam keterangan resminya, Senin, 11 Mei 2026.
Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/960/V/KEP./2026 yang diterbitkan pada 7 Mei 2026. Dari total 108 personel yang mengalami pergeseran jabatan, sebanyak 91 di antaranya masuk dalam kategori promosi dan pergeseran jabatan setara atau flat. Sisanya terdiri dari personel yang menyelesaikan pendidikan hingga memasuki masa pensiun.
Johnny berharap, pergantian ini dapat memperkuat pelaksanaan tugas pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat. “Polri terus berkomitmen melakukan regenerasi kepemimpinan dan penguatan organisasi agar semakin adaptif, profesional, serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tuturnya.
Secara rinci, untuk jabatan di lingkungan Mabes Polri, satu personel mendapat penugasan sebagai Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat), yakni Komisaris Jenderal Panca Putra. Sementara itu, sembilan jabatan kapolda mengalami pergantian. Mereka adalah Kapolda Sumatra Barat Irjen Djati Wiyoto Abadhy, Kapolda Kalimantan Utara Brigadir Jenderal Agus Wijayanto, Kapolda Jawa Barat Irjen Pipit Rismanto, Kapolda Kalimantan Barat Irjen Alberd Teddy Benhard Sianipar, serta Kapolda Maluku Utara Brigjen Arif Budiman.
Selain itu, Kapolda Nusa Tenggara Barat Irjen Kalingga Rendra Raharja, Kapolda Bengkulu Brigjen Yudhi Sulistianto Wahid, Kapolda Sulawesi Tenggara Brigjen Himawan Bayu Aji, serta Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Nasri juga masuk dalam daftar mutasi. Rotasi juga menyentuh jabatan kepala kepolisian resor tipe metro dan kota besar, yakni Kapolres Metro Depok Komisaris Besar Christian Rony Putra dan Kepala Kepolisian Resor Kota Pangkal Pinang Kombes Indra Wijatmiko.
Dalam mutasi kali ini, Polri mencatat promosi jabatan terhadap 16 personel ke golongan Inspektur Jenderal (Irjen), tiga personel mengalami flat jabatan setingkat Irjen, 43 personel promosi ke Brigadir Jenderal (Brigjen), serta 16 personel promosi ke Komisaris Besar (Kombes). Promosi tersebut terbagi dalam beberapa nivelering, yakni IIB1 sebanyak 12 personel, IIB2 tiga personel, dan IIB3 satu personel.
Seorang personel polisi wanita (polwan), Brigjen Sagung Dian Kartini, turut mendapatkan promosi jabatan. Ia dipercaya menjabat sebagai Kepala Biro Kelembagaan dan Tata Laksana Staf Utama Perencanaan Umum dan Anggaran (Karolemtala Stamarena). Selain promosi dan rotasi, mutasi ini juga mencakup tiga personel yang menyelesaikan pendidikan serta 14 personel yang memasuki masa pensiun.
Artikel Terkait
Pemkot Makassar Tanggung Penuh Biaya Perawatan Korban Begal di RSUD Daya Lewat Jamkesda
Wamendagri Sebut 11 Kali OTT Kepala Daerah Jadi Alarm Lemahnya Integritas
Pengendara Motor di Depok Jadi Tersangka Usai Halangi Ambulans, Ini Aturan Hukumnya
KPK Periksa Plt Wali Kota Madiun sebagai Saksi Kasus Dugaan Pemerasan Dana CSR