Nenek di Maros Berangkat Haji Setelah 20 Tahun Menabung dari Hasil Bertani

- Senin, 11 Mei 2026 | 02:45 WIB
Nenek di Maros Berangkat Haji Setelah 20 Tahun Menabung dari Hasil Bertani

Seorang perempuan lanjut usia asal Maros, Sulawesi Selatan, berhasil mewujudkan impiannya menjejakkan kaki di Tanah Suci setelah hampir dua dekade menabung dari hasil bertani. Perjuangan Jumaira, nenek berusia 70 tahun yang sehari-hari hidup seorang diri di rumah sederhana di tengah sawah, menjadi sorotan publik setelah kisahnya viral di media sosial.

Setiap pagi, Jumaira pergi ke sawah dan kebun milik warga untuk bekerja. Hasil panen padi dan upah kecil dari bekerja di kebun tidak langsung dihabiskan, melainkan disisihkan sedikit demi sedikit. Uang recehan mulai dari Rp20 ribu hingga Rp200 ribu ia kumpulkan dengan tekun selama bertahun-tahun.

Karena tidak memiliki rekening bank, perempuan paruh baya itu menyimpan uang tabungannya di bawah tempat tidur dan di dalam ember yang ditutup kain bekas. Cara tersebut dipilih agar uang tidak terpakai untuk kebutuhan lain. Demi menjaga tabungan hajinya tetap utuh, Jumaira menjalani hidup dengan sangat sederhana. Saat tidak memiliki lauk, ia hanya memasak daun ubi dan sayuran seadanya.

"Saya sedih kenapa saya datang ke sini. Mungkin saya ke sini karena panggilan Tuhan, kan saya orang miskin. Ada orang bilang kalau kau punya uang bisa kau ke Tanah Suci," ungkap Jumaira.

Marwati, jemaah haji lain yang mengenal perjuangan Jumaira, menambahkan bahwa nenek tersebut mengumpulkan uang dari recehan yang didapat hingga mampu melakukan pelunasan biaya haji. Bahkan, jumlah tabungannya disebut lebih dari cukup untuk biaya pelunasan tersebut.

Kisah Nenek Jumaira menjadi gambaran nyata tentang ketulusan serta perjuangan panjang seorang jemaah haji dalam mewujudkan impian menunaikan ibadah ke Tanah Suci. Perjalanan spiritual yang ditempuh selama hampir dua dekade itu membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak selalu menjadi penghalang untuk mencapai panggilan iman.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar