Sebuah kapal kargo berbendera Panama milik Korea Selatan, HMM Namu, menjadi sasaran serangan dua pesawat tak dikenal saat melintas di Selat Hormuz. Insiden tersebut dikonfirmasi langsung oleh Kementerian Luar Negeri Korea Selatan yang menyebutkan bahwa serangan terjadi dengan interval waktu sekitar satu menit dan menyebabkan kebakaran di bagian buritan kapal.
Dalam konferensi pers yang digelar di Seoul, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Korea Selatan, Park Il, mengungkapkan bahwa kedua pesawat tersebut menghantam pelat luar tangki pemberat sisi kiri di buritan kapal. “Dua pesawat tak dikenal menghantam pelat luar tangki pemberat sisi kiri di buritan HMM Namu dengan interval sekitar satu menit, menyebabkan api dan asap,” ujarnya.
Meski rekaman CCTV berhasil menangkap keberadaan pesawat-pesawat tersebut, Park Il mengakui bahwa pihaknya belum dapat mengidentifikasi secara pasti jenis, asal peluncuran, maupun ukuran fisik objek tersebut. “Ada keterbatasan dalam mengidentifikasi jenis pasti, asal peluncuran, dan ukuran fisik objek tersebut,” tambahnya.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa Iran telah “menembak” kapal tersebut dan mendesak Korea Selatan untuk bergabung dalam operasi militer Amerika yang bertujuan memulihkan pelayaran normal di Selat Hormuz. Klaim ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan perairan strategis tersebut.
Di sisi lain, Teheran dengan tegas membantah segala tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Kedutaan Besar Iran untuk Korea Selatan merilis pernyataan resmi di situsnya yang menyatakan bahwa mereka “dengan tegas menolak dan secara kategoris membantah tuduhan apa pun mengenai keterlibatan” pasukannya dalam insiden tersebut.
Sebagai bentuk respons diplomatik, Duta Besar Iran untuk Korea Selatan telah dipanggil ke Kementerian Luar Negeri Korea Selatan untuk memberikan klarifikasi resmi mengenai posisi Teheran terkait temuan awal serangan tersebut. Langkah ini menunjukkan keseriusan Seoul dalam menindaklanjuti insiden yang mengancam keamanan pelayaran internasional di jalur vital Selat Hormuz.
Artikel Terkait
Como 1907 Pastikan Tiket ke Eropa untuk Pertama Kali dalam Sejarah, Cesc Fabregas Pimpin Laju Spektakuler
Leo Pictures Rilis 7 Proyek Film dan Serial 2026, Drama Keluarga ‘Jangan Buang Ibu’ Paling Curi Perhatian
Menteri PPPA Apresiasi Peran Aktif Masyarakat dalam Percepatan Hukum Kasus Kekerasan Seksual di Pesantren Pati
Iran Respon Proposal Damai AS Lewat Mediasi Pakistan, Soroti Keamanan Teluk dan Selat Hormuz