Sebuah capaian bersejarah berhasil ditorehkan Como 1907 di kancah sepak bola Italia. Klub yang dimiliki oleh pengusaha Indonesia itu dipastikan lolos secara matematis ke kompetisi Eropa untuk musim 2026/2027 setelah meraih kemenangan tipis 1-0 atas tuan rumah Hellas Verona pada Minggu, 10 Mei.
Gol tunggal dalam pertandingan tersebut dicetak oleh penyerang Tasos Douvikas. Hasil positif ini mengunci posisi Como di zona enam besar klasemen sementara Serie A, sebuah pencapaian yang sebelumnya hanya menjadi mimpi bagi klub yang baru dua musim lalu promosi dari Serie B.
Dengan dua pertandingan tersisa di musim ini, Como setidaknya telah mengamankan tiket ke Conference League. Meski demikian, peluang untuk berlaga di ajang yang lebih prestisius seperti Liga Europa atau bahkan Liga Champions masih terbuka lebar, tergantung pada hasil akhir klasemen.
Pelatih Como, Cesc Fabregas, tidak dapat menyembunyikan kebanggaannya atas perkembangan pesat anak asuhnya. “Dua tahun lalu kami baru saja promosi ke Serie A, dan sekarang kami lolos ke Eropa. Ini adalah momen yang akan diingat hingga dua puluh tahun ke depan,” ujar Fabregas dalam wawancara usai pertandingan.
Perjalanan Como menuju panggung Eropa memang terbilang spektakuler. Tepat dua tahun lalu, pada tanggal yang hampir sama, Como baru saja memastikan promosi dari Serie B untuk kembali ke kasta tertinggi sepak bola Italia. Musim pertama kembali ke Serie A, Fabregas berhasil membawa timnya finis di papan tengah klasemen. Kini, dalam dua musim saja, ia telah mengantar Como ke Eropa untuk pertama kali dalam sejarah klub.
Yang lebih mengesankan, perjalanan ini tidak dimulai dari papan atas Serie A, melainkan dari divisi bawah. Beberapa penggemar yang mengirim pesan kepada Fabregas setelah pertandingan bahkan mengingatkannya akan era ketika Como masih berlaga di Serie D, kasta keempat liga Italia.
Di sisi lain, meskipun Como dikenal sebagai salah satu klub dengan anggaran transfer terbesar di Italia bahkan menjadi klub paling boros pada bursa transfer musim dingin 2025 Fabregas menolak label sebagai klub mewah. Ia menegaskan bahwa pengeluaran besar tidak otomatis mengubah karakter tim.
“Kami bukan Milan, Inter, Juventus, atau Napoli. Kami adalah tim sederhana dan ingin menikmati momen ini,” tegasnya.
Fabregas mendapat pujian luas dari para analis dan pengamat sepak bola Italia atas kemampuannya membangun identitas permainan yang atraktif dan kohesif, bukan sekadar mengumpulkan nama-nama besar. Pendekatan inilah yang dinilai menjadi kunci keberhasilan Como menembus kompetisi elite Eropa dalam waktu yang relatif singkat.
Artikel Terkait
Baleg DPR Targetkan Rampungkan Empat RUU Prioritas pada Masa Sidang V 2025–2026
Trump Peringatkan Taiwan Jangan Deklarasikan Kemerdekaan, AS Tak Ingin Perang demi Pulau Itu
Netanyahu Akui Israel Kuasai 60 Persen Wilayah Gaza, Melampaui Batas Gencatan Senjata
Polisi Tangkap Ayah di Klaten yang Diduga Cabuli Dua Anak Kandung Selama Bertahun-tahun