Banjir kembali melanda permukiman warga di Kebon Pala, Jakarta Timur, pada Selasa (5/5/2026) pagi. Peristiwa itu dipicu oleh curah hujan tinggi yang diperparah dengan luapan air dari Kali Ciliwung. Genangan mulai memasuki rumah-rumah penduduk sejak Senin (4/5/2026) malam sekitar pukul 19.00 WIB, dengan ketinggian air mencapai 160 sentimeter atau setara 1,6 meter.
Ketua RT 13, Sanusi, menjelaskan bahwa banjir kali ini merupakan kombinasi antara hujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta dan kiriman air dari kawasan Bogor. “Mulai masuk air itu kemarin pukul 7 malam, terakhir ketinggian 160 cm. Kalau penyebab karena curah hujan (tinggi) sama kiriman dari Bogor,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (5/5/2026).
Meskipun air mulai berangsur surut, hingga pukul 09.40 WIB pagi ini, ketinggian genangan masih berkisar antara 60 hingga 75 sentimeter. Sanusi mencatat sebanyak 246 jiwa warga terdampak akibat banjir tersebut. Namun, ia menilai kondisi saat ini belum terlalu mengganggu aktivitas sehari-hari warga. “Belum ganggu karena udah biasa kali ya,” tuturnya.
Di sisi lain, Sanusi menilai program normalisasi Kali Ciliwung cukup efektif dalam mengurangi risiko banjir di sejumlah titik. Menurutnya, wilayah RW 02 dan 03 Kampung Pulo yang telah menjalani normalisasi kini tidak lagi terendam banjir. “Iya di Kampung Pulo itu udah normalisasi. Kalau di tempat saya belum ada informasi (normalisasi kapan), tapi udah masuk pendataan rumah warga yang mau dibebasin,” ucapnya.
Artikel Terkait
Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal I 2026 Tembus 5,61 Persen, Tertinggi di Atas Capaian Tahun Lalu
Indonesia Hentikan Impor Beras untuk Konsumsi Umum, Klaim Capai Swasembada
Polda Metro Periksa Saksi PT Vinfast Terkait Tabrakan Maut di Bekasi Timur
Film Super Mario Geser Pegasus 3, Raih Rp15,6 Triliun di Puncak Box Office April 2026