IDXChannel – Meta, perusahaan induk Facebook, Instagram, dan WhatsApp, berencana menggelontorkan dana hingga USD145 miliar tahun ini. Kalau dirupiahkan, angka itu sekitar Rp2.500 triliun. Gila, ya?
Dilansir dari AFP pada Kamis (30/4/2026), kabarnya sebagian besar uang itu bakal disuntikkan ke sektor kecerdasan buatan alias AI. Tapi yang menarik, Meta sendiri tidak benar-benar menjelaskan bagaimana investasi sebesar itu bakal balik modal. Agak misterius, memang.
Mark Zuckerberg, bos Meta, angkat bicara saat panggilan konferensi pendapatan. Saat itu para analis terus mendesaknya soal pengeluaran besar-besaran ini. Katanya, begini:
"Cara berpikir tentang investasi ini adalah bahwa kita bertaruh pada hal-hal yang dianggap penting oleh banyak orang."
Zuckerberg lantas memberi contoh tren agen AI asisten digital yang bisa mengerjakan tugas komputer secara mandiri, tanpa perlu perintah manusia setiap detik. Menurutnya, memang sudah banyak agen di luar sana. Tapi yang benar-benar bagus? Masih jarang.
"Ada banyak agen di luar sana untuk berbagai hal. Namun, tidak banyak yang bagus," ujarnya.
Ia menambahkan, "Saya pikir mencapai standar kualitas itu adalah sesuatu yang lebih saya pedulikan daripada mencapai target peluncuran (produk baru) atau semacamnya."
Nah, yang bikin beda, investasi AI Meta ini tidak langsung nyambung dengan aliran pendapatan. Berbeda dengan Amazon, Microsoft, atau Google yang jualan layanan cloud bertenaga AI ke klien di seluruh dunia. Meta? Belum jelas betul model bisnisnya.
Di sisi lain, pengumuman ini bikin Wall Street agak kaget. Dalam rilis pendapatan terbaru, Meta menyebut pengeluaran kuartal lalu melonjak jadi USD33,4 miliar. Padahal, laba mereka tercatat USD26,8 miliar, dengan pendapatan USD56,3 miliar angka yang sebenarnya di atas ekspektasi. Ironisnya, saham mereka malah ambles lebih dari enam persen.
Jadi, meskipun cuan mengalir deras, pasar tetap khawatir. Soalnya, investasi sebesar itu tanpa kejelasan return yah, siapa yang tidak deg-degan?
Artikel Terkait
Menkeu Terbitkan Aturan Baru Tata Kelola Anggaran OJK, Pemerintah Jamin Independensi Tetap Terjaga
Indeks Kepercayaan Industri April 2026 Turun Tipis ke 51,75, Kemenperin Sebut Masih Ekspansif
Nova Arianto Puji Transisi Timnas Indonesia di Bawah John Herdman, Optimistis Hadapi Piala AFF 2026
Prabowo Targetkan Bangun 30–40 Proyek Hilirisasi Baru demi Hentikan Ekspor Bahan Mentah