Merek Mobil China Kuasai Pasar Bosnia di Tengah Lonjakan Harga BBM dan Krisis Energi

- Minggu, 26 April 2026 | 17:30 WIB
Merek Mobil China Kuasai Pasar Bosnia di Tengah Lonjakan Harga BBM dan Krisis Energi

JAKARTA – Harga bahan bakar yang terus meroket, ditambah ketidakpastian energi global, mulai mengubah selera konsumen di Eropa Timur. Di Bosnia dan Herzegovina, misalnya. Kendaraan listrik dan hybrid kini makin dilirik. Dan yang menarik, merek-merek asal China justru tampil sebagai pemain yang paling dominan di sana.

Fenomena ini sebenarnya bukan cuma soal perubahan tren belanja semata. Lebih dari itu, ini menandai pergeseran peta kekuatan industri otomotif global. China, yang selama ini dikenal kuat dalam rantai pasok baterai dan kendaraan listrik, perlahan tapi pasti mulai memperluas pengaruhnya hingga ke pasar Eropa. Padahal, sebelumnya wilayah ini hampir sepenuhnya dikuasai produsen Barat.

Di Sarajevo, ibu kota Bosnia, ruang pamer otomotif mulai dipenuhi model kendaraan listrik buatan Geely dan Chery. Dua merek asal China ini berhasil menarik perhatian publik. Alasannya? Kombinasi harga yang bersaing, teknologi yang nggak ketinggalan, plus garansi yang lebih panjang. Cukup menggoda, kan?

Kondisi ini terasa relevan banget, terutama di tengah tekanan ekonomi yang dirasakan rumah tangga akibat mahalnya energi. Banyak konsumen mulai mencari alternatif yang lebih efisien secara biaya. Dan kalau bisa, yang lebih ramah lingkungan juga.

Zvezdana Stojakovic, seorang pembawa acara di Radio dan Televisi BiH, mengaku terkesima setelah mencoba beberapa model EV asal China.

“Saya benar-benar terkejut dengan kualitas, desain, dan stabilitas berkendaranya,” katanya.

Ia menilai, produsen otomotif China sudah mengalami lompatan besar dalam beberapa tahun terakhir. Bukan cuma dari sisi teknologi, tapi juga kenyamanan kendaraan. Menurutnya, kendaraan listrik juga punya biaya operasional yang lebih rendah dibanding mobil berbahan bakar fosil. Belum lagi manfaat lingkungan yang lebih besar.

“Dalam jangka panjang, saya yakin kendaraan listrik bakal jadi standar,” ujarnya.

Di sisi lain, pakar industri otomotif Dino Subasic melihat Bosnia dan Herzegovina sedang mengikuti tren regional menuju elektrifikasi. Ia mencatat, pangsa pasar merek China meningkat dari sekitar 3 persen tahun lalu menjadi sekitar 4 persen pada Maret tahun ini.

“Merek-merek China termasuk pelopor dalam transisi ini. Mereka menawarkan solusi ramah lingkungan dengan produk yang makin kompetitif,” kata Subasic.

Ia menambahkan, tingginya harga BBM dan ketegangan geopolitik global ikut memengaruhi pilihan konsumen. Menurutnya, kendaraan hybrid menjadi solusi transisi yang realistis sebelum nantinya beralih sepenuhnya ke kendaraan listrik.

Sementara itu, ekonom Igor Gavran menyoroti keunggulan kendaraan listrik China. Menurutnya, teknologi baterai, efisiensi energi, dan tingkat digitalisasi yang maju jadi nilai jual utama.

“Produsen China termasuk yang paling awal mengembangkan dan mengomersialkan kendaraan listrik dalam skala besar. Makanya mereka bisa menghadirkan produk kompetitif dengan harga yang relatif terjangkau,” jelasnya.

Perkembangan ini, kata Gavran, sekaligus menunjukkan bagaimana dominasi China dalam rantai pasok mineral kritis dan baterai mulai berdampak langsung ke pasar global. Dan dampaknya, ya, mulai terasa sekarang.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags